INDONESIATRAVEL.NEWS– Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Senin (29/10). Dia mengaku senang melihat proses pembangunan yang berjalan di KEK Tanjung Kelayang dan Belitung.

“Terus terang, Saya senang melihat pembangunan yang berjalan. Tidak hanya di KEK Tanjung Kelayang, tapi tadi Saya juga melihat pembangunan insfrastruktur di Belitung. Jalan-jalannya menuju KEK juga sudah bagus,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya menyarankan, KEK Tanjung Kelayang, Bintan, dijadikan benchmark dalam hal atraksi. Menurutnya, Bintan mampu menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman) melalui event sport tourism.

“Tolong nanti buat saja event-event sport tourism atau sejenisnya. Apalagi Belitung ini karakternya mirip dengan Bintan. Dengan daya tarik destinasi ditambah event sport tourism, seperti triathlon, marathon atau olahraga fun untuk keluarga akan mampu mendatangkan banyak wisman,” tutur Menpar Arief Yahya.

Untuk pengembangan infrastruktur, lanjut Menpar, Belitung bisa mem-benchmark Danau Toba dan Mandalika. Dijelaskannya, KEK yang ada di Danau Toba dan Mandalika perkembangannya sangat pesat. Sehingga ekosistem pariwisata beri dampak positif ke masyarakat.

“Silakan benchmark ke Danau Toba dan Mandalika. Lihat yang sudah ada di sana. Dampak positif pariwisata benar-benar dirasakan masyarakat,” cetus Menpar Arief Yahya.

KEK Tanjung Kelayang ini telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2016 pada tanggal 15 Maret 2016, dengan kegiatan utama Pariwisata. KEK Pariwisata Tanjung Kelayang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, yang merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional.

Sementara, Direktur Utama KEK Tanjung Kelayang Adek Julianwar menjelaskan, proses pembangunan KEK Tanjung Kelayang saat ini sudah mencapai 65 persen. Ditargetkan akan selesai semuanya pada semester pertama 2019.

“Saat ini sudah mencapai 65 persen pembangunannya. Yang pertama berdiri itu Hotel Sheraton. Sebuah hotel bintang 5 dengan 180 room key dan nilai investasi Rp418 miliar,” jelas Adek.

Hotel dan Resort ini, terang dia, akan menjadi Ikon Sheraton di Indonesia karena dibangun di atas standard hotel Sheraton yang ada di Indonesia dan bahkan dapat menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

“Kita akan bekerja dengan sekuat tenaga. Berkomitmen untuk mewujudkannya untuk kepentingan nama Belitung dalam kancah wisata yang berkelas Internasional di mata dunia,” tuturnya.

Berdiri di lahan seluas 324,4 hektar, KEK Tanjung Kelayang memiliki pantai berpasir putih dan gugusan berbatuan granit yang beraneka ragam. Mengusung konsep pengembangan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, KEK Tanjung Kelayang diharapkan dapat menarik minat investor dan kedepannya mendukung peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia.

KEK Pariwisata Tanjung Kelayang pada tahun 2017 telah menerima suntikan investasi senilai Rp 14,1 triliun dari tiga investor asing. Tiga investor asing tersebut adalah Sheraton, Sofitel dan China Harbour.

Kerjasama pertama dijalin antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company, yang akan melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang. Adapun perkiraan nilai investasi sebesar USD1 miliar atau senilai Rp 13,3 triliun (kurs Rp13.300 per USD).

Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PT Hypatia Karya Pratama dengan PT Accor Asia Pacific. PT Accor Asia Pacific Corporation Indonesia bermaksud membangun Sofitel Hotel and Resort di KEK Tanjung Lesung dengan rencana investasi sebesar Rp 400 miliar.

Adapun perjanjian ketiga, nota kesepahaman investasi disepakati antara PT Setra Gita Nusantara dengan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts akan membangun Sheraton Hotel di kawasan dengan rencana investasi sebesar Rp 418 miliar. Dengan begitu, jumlah nilai investasi yang disepakati adalah senilai Rp 14,1 triliun.

Khususnya untuk Hotel Sheraton, pembangunan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018 mendatang. Hotel ini pun disebut-sebut sebagai Hotel Sheraton termewah di Indonesia.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here