INDONESIATRAVEL.NEWS, BINTAN – Sektor pariwisata di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akan berputar semakin kencang. Sebab, sektor ini mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dukungan dinyatakan Luhut dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Bintan, Selasa (15/1).

Kedatangan Luhut disambut Bupati Bintan Apri Sujadi, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, dan CEO Gallant Venture Frans Gunara, serta pihak-pihak terkait lainnya. Pada kunjungan ini, Menko Luhut beserta stakeholder lainnya, membahas beberapa isu yang sedang terjadi di Pulau Bintan.

“Kita tadi sudah membahas beberapa poin penting. Mengenai Pelabuhan, tidak ada masalah. Saya bilang, semua tancap saja. Dan untuk perizinan ya gampang itu, asalkan kepentingan nasional akan kita urus,” tegas Menko Luhut.

Pembangunan sarana infrastruktur bandara dan pelabuhan diharapkan dapat mengantisipasi keperluan kegiatan industri dan pariwisata di masa mendatang. Ia juga menekankan permasalahan anchoring. Luhut menjelaskan anchoring akan dilakukan pengawasan oleh otoritas terkait bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL).

Selain masalah pembangunan pelabuhan, dalam kesempatan ini Luhut juga menjelaskan bahwa terkait kendali wilayah udara akan dikembangkan secara bertahap, dan proses ambil alih jelas tidak akan dilakukan. “Nanti pelan-pelan, kita lihat-lihat saja, tiba-tiba sudah jadi,” tuturnya.

Terkait laporan mengenai limbah hitam di Pulau Bintan, Menkomaritim menegaskan pemerintah menaruh perhatian pada hal ini. Pasalnya isu lingkungan sangat berpengaruh pada sektor pariwisata. Saat ini proses monitoring telah dilakukan oleh pemerintah. Proses ini bahkan telah menggunakan teknologi satelit sehingga dapat diketahui dengan cepat kapal mana saja yang menjadi sumber masalah. Sehingga penindakan dapat dilakukan.

Luhut pun memberikan apresiasi besar terhadap komitmen Pemda Bintan mendukung sektor pariwisata. Hal ini telah dibuktikan dengan dengan adanya 12 event international yang sudah berhasil dilaksanakan. Hal tersebut menjadi sebuah prestasi yang luar biasa bagi pengembangan sektor pariwisata di Pulau Bintan.

“Jadi Bintan ini bisa menjadi dua kali lebih besar dari Singapura. Pariwisata itu penting, tapi yang menjadi kunci adalah kebersihan. Bintan juga harus bekerja sama dalam masalah kebersihan,” pungkasnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi, mengatakan bahwa Menko Luhut telah menyatakan akan sangat memberikan dukungan. Terkait dengan kebersihan khususnya di daerah pariwisata Pulau Bintan, Menko Luhut menyarankan untuk meminimalisir penggunaan plastik. “Kami dari Pemerintah Daerah akan segera mengeksekusi melalui Keputusan Bupati atau Peraturan Gubernur,” ujar Bupati Apri.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Pulau Bintan menjadi daerah penting untuk mendongkrak sektor pariwisata. Pasalnya Bintan berbatasan langsung oleh Singapura dan Malaysia. Hal ini tentunya harus dimaksimalkan. Terlebih target 20 juta kunjungan wisatawan di tahun 2019 tak kan tercapai jika hanya mengandalkan jembatan udara.

“75 % wisatawan itu datang menggunakan jalur udara. Dan ini tidak akan cukup untuk mengejar Target 20 juta wisatawan di tahun 2019. Maka dari itu Border tourism menjadi salah satu “Senjata Pamungkas” Kemenpar dalam mengejar target tersebut. Apalagi sebagai border area, Bintan relatif mudah mendatangkan wisman dengan keuntungan berdekatan dengan Malaysia dan Singapura,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here