INDONESIATRAVEL.NEWS– Pariwisata Jawa Barat memang juara. Keindahan alam dan keistimewaan budayanya tak terbantahkan. Termasuk di Kabupaten Kuningan. Daerah ini memiliki potensi beragam. Selain Gunung Ciremai, ada banyak ragam destinasi wisata menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan.

Kekayaan Kuningan akan dieksplore lewat Tour de Linggarjati (TdL) 2018, 26-28 Oktober 2018. Menurut Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, TdL 2018 merupakan cara untuk membawa Kabupaten Kuningan ke dunia global.

“Kabupaten Kuningan memiliki potensi yang luar biasa yang layak untuk dikembangkan. Kemenpar memiliki kewajiban untuk memperkenalkan potensi-potensi itu. Salah satunya lewat event sport tourism yang selama ini terbukti ampuh mempromosikan pariwisata di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Ukus Kuswara, Rabu, (17/10).
Kuningan merupakan paket lengkap wisata alam. Udaranya sangat sejuk. Ditambah lagi keberadaan Gunung Ciremai membuat pesona dan panorama yang disuguhkan pun mengesankan. Hampir semua fenomena alam ada di Kuningan. Dari mulai air terjun yang cantik, perbukitan yang eksotik hingga taman wisata alam yang Instagenik menjadikan destinasi wisata di Kuningan layak didatangi.

Seperti daerah lain di Jabar, Kuningan juga punya berbagai budaya yang memukau. Seperti upacara adat, serta budaya Sunda yang masih melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

“Bukan itu saja. Kuningan juga memiliki berbagai destinasi wisata sejarah. Seperti Gedung Perjanjian Linggarjati. Makanya dengan berbagai keunggulan ini, Kuningan memang layak menuju pentas global,” ungkap Ukus.

Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan menambahkan, saat ini Kuningan pun telah mempunyai aksesibilitas yang sangat baik. Dari Jakarta wisatawan tinggal menuju Tol Cikapali. Perjalanan Jakarta-Kuningan hanya memakan waktu 3,5 jam.

Selain itu, untuk akses juga ada Tol Cisumdawu dan juga Bandara Internasional Kertajati yang akan memudahkan wisatawan berkunjung ke Kabupaten Kuningan.

“Letak Kuningan sangat strategis. Dari Cirebon hanya berjarak 25 km. Jika lancar hanya memakan waktu 45. Apa lagi kini juga Bandara Internasional Kertajati di Majalengka yang berbatasan langsung dengan Kuningan,” ungkap Wawan.

Lantas bagaimana dengan amenitasnya?

Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni mengatakan, wisatawan tak perlu risau. Kuningan memiliki fasilitas lengkap. Di Kuningan banyak tempat seru, asik dan berkualitas untuk tempat santai.

Lebih asyik lagi, tempat-tempat ini memiliki berbagai macam kuliner tradisonal dan modern yang mampu menggoyang lidah.

Penginapannya juga sama lengkapnya. Mau hotel berbintang ada. Mau homestay juga banyak. Apalagi Kuningan memiliki Desa Cibuntu. Salah satu desa wisata terbaik di Jawa Barat yang meraih penghargaan tingkat nasional. Bahkan desa ini dinobatkan sebagai desa wisata terbaik urutan lima tingkat ASEAN pada 2016 untuk bidang homestay.

“Di 2017, Cibuntu terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat dua di Indonesia dalam ajang Community Based Tourism (CBT) Kemenpar. Cibuntu memiliki puluhan homestay yang bersih. Disini juga ada Glam camp dan viewnya ciamik. Memiliki daya tarik bagi para wisatawan. Jadi kalau amenitas, Kuningan sudah tidak perlu diragukan,” jelas Sumarni.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sependapat. Menpar tak pernah ragu soal destinasi serta seni budaya di Kuningan. Begitu juga dengan aksebilitas serta amenitasnya.

“Semuanya kembali ke CEO Commitment. Jika pemimpin daerahnya commit semuanya jadi mudah. Saya lihat Bupati Kuningan punya komitmen itu. Kemenpar akan terus mendukung daerah yang punya komitmen kuat mengangkat pariwisatanya,” ujar Menteri asal Banyuwangi itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here