INDONESIATRAVEL.NEWS– Lampung Krakatau Festival 2018 (LKF 2018) dipastikan bakal digelar 24 – 26 Agustus 2018. Kepastian didapat setelah Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melaunching event ini bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Kamis (8/8). Tepatnya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

LKF 2018 akan dilaksanakan dua lokasi. Yaitu di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. LKF 2018 akan dimeriahkan 4 event utama dan beberapa event dukungan. Di antaranya Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai (20 – 25 Agustus 2018), Lampung Krakatau Expo (20 – 26 Agustus 2018), Trip Krakatau (25 Agustus 2018), dan Lampung Culture and Tapis Carnival (26 Agustus 2018).

Karnaval ini akan menampilkan keragaman budaya daerah dalam bentuk parade budaya Lampung dan nusantara serta kemegahan dan kekayaan adat budaya Lampung.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi pada launching LKF 2018 sebagai core event tahunan kepariwisataan Lampung. Event ini sudah memasuki tahun ke-28 penyelenggaraannya. Menpar bahkan menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 25.000 wisatawan (5.000 wisman dan 20.000 wisnus).

“Lampung Krakatau Festival menjadi satu-satunya event dari Provinsi Lampung yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Wonderful Indonesia tahun ini. Event budaya ungulan Lampung ini sepenuhnya mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, pelaksanaan LKF yang berkesinambungan setiap tahun di akhir Agustus, memudahkan para traveller dalam merencanakan liburan ke Lampung.

“Penyelenggaraan festival ini selain untuk mengenang meletusnya Gunung Krakatau pada 26 dan 27 Agustus 1883 lampau yang menjadi perhatian dunia, event ini juga menjadi sarana apresiasi dan pelestarian seni budaya daerah dan sajian atraksi wisata dalam upaya menarik kunjungan wisatawan,” kata.

Menpar Arief Yahya menilai, Krakatau sangat tepat dijadikan sebagai ikon pariwisata Lampung dan menjadi branding yang mendunia.

Selain Festival Krakatau, ada 3 destinasi unggulan Lampung yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Pantai Krui, dan Taman Bumi Kedaton. Atas dasar atraksi inilah Pemerintah Provinsi Lampung berani mentargetkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 275 ribu kunjungan dan 12 juta pergerakan wisatawan nusantara di 2018.

Untuk konektivitas, Menpar Arief Yahya sangat mendukung upaya Pemprov Lampung menjadikan Bandara Raden Inten II sebagai Bandara Internasional.

“Unsur aksesibilitas khususnya konektivitas penerbangan sangat penting dalam mendukung industri pariwisata. Karena 80% kedatangan wisman menggunakan moda transportasi udara,” katanya.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, penyelenggaraan LKF 2018 tidak hanya untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lampung. Tetapi juga memperkuat branding Krakatau.

“Event Lampung Krakatau Festival 2018 harus mampu menjadi atraksi wisata yang menarik sekaligus menjadi sarana promosi bagi destinasi wisata. Namun dengan tetap mengangkat dan melestarikan seni budaya asli daerah guna menangkap peluang kunjungan wisatawan,” kata Ridho Ficardo.

Dia menjelaskan, Lampung harus dapat menangkap peluang di sektor pariwisata. Karena ini memberikan multiplier effect yang luas dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pihaknya terus berbenah untuk menjadikan sebagai destinasi wisata yang siap bersaing karena semakin terbukanya akses wisatawan ke Provinsi Lampung.

“Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang di ujung selatan Pulau Sumatera terus berbenah dengan pembangunan infrastruktur aksesibilitas. Antara lain membangun Dermaga 7 VIP Pelabuhan Bakauheni, Jalan Tol Trans Sumatera, serta menjadikan status Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional,” sebut Ridho Ficardo.

Diketahui, total event di Lampung selama tahun 2018 mencapai 53 event, 6 diantaranya merupakan event unggulan. Yaitu Lampung Krakatau Festival (24 – 26 Agustus), Festival Skala Brak (10 12 Juli), Festival Way Kambas (10 – 22 November), Krui Surf Fest (15 – 20 April), Teluk Stabas (16 April), dan Festival Pahawang (minggu ke-4 November).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here