LABUAN BAJO – Kagum. Itulah kesan pertama Famtrip for Media & Influencer/Blogger Kemenpar. Kamis (9/10), para peserta melihat langsung aktivitas Komodo di habitat aslinya. Tak henti-hentinya satwa purba dilindungi itu diabadikan dengan kamera.

“Saya sangat gembira sekali. Komodo ini luar biasa. Bertemu Komodo menjadi momen terbaik. Sebab, saya bisa berfoto bersama,” ungkap Peserta Famtrip for Media & Influencer/Blogger Monique Chloe Cecato asal Australia.

Loh Liang, Pulau Komodo jadi pemberhentian ke-5 Famtrip for Media & Influenser/Blogger. Para peserta cukup beruntung. Sebab, mereka bisa menjumpai satwa ini tidak jauh dari dermaga. Komodo berjenis kelamin betina tersebut tampak sedang bersantai di bawah rindangnya pohon. Kesempatan itu langsung digunakan untuk berfoto bersama.

Peserta bergantian berfoto bersama Komodo. Di sampingnya berdiri Ranger atau Jagawana. Sembari menunggu giliran, peserta lain sibuk membidikan mata kamera dari berbagai angle.

“Setiap wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo wajib di dampingi oleh Ranger. Biar aman dan nyaman. Kami memandu rute dan memberikan informasi terkait,” kata Ranger Taman Nasional Komodo Abdurahman.

Pulau Komodo menjadi destinasi rujukan wisatawan dunia. Sebelumnya, Rider MottoGp Valentino Rossi pernah berkunjung ke sini pada Januari 2017. Ada juga kunjungan Gwyneth Paltrow pada tahun 2013. Kunjungan aktris peraih Piala Oscar dalam film Shakespeare in Love tersebut bahkan diunggah melalui blog goop.com miliknya.

“Pulau Komodo beserta satwa Komodo selalu menarik perhatian masyarakat dunia. Bisa lihat Komodo dari dekat dan berfoto bersama memang menjadi momentum luar biasa. Apalagi, para Komodo tersebut hidup liar di alam. Tapi, semuanya aman karena selalu ada petugas yang mendampingi wisatawan,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Taman Nasional Komodo dibuka setiap hari mulai pukul 07.30-17.30 WITA. Pulau Komodo memiliki luas sekitar 33.037 hektare. Untuk mengeksplorasinya ada beberapa track yang ditawarkan dengan karakteristik berbeda. Sebut saja, Short, Medium, Long, hingga Adventure Track. Kategori tersebut juga memiliki panjang rute yang berbeda.

“Destinasi ini selalu menarik untuk dikunjungi. Berbeda panjang rute, tentu experiencenya berbeda. Itu semua kembali kepada kebutuhan wisatawan. Yang jelas, siapkan fisik prima untuk mengeksplorasi destinasi ini. Lebih penting lagi, jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” papar Rizki lagi.

Pada Short Track, jarak yang ditempuh 2 Kilometer. Waktu tempuhnya 40 menit. Track ini melintasi hutan khas iklim tropis tenggara, lalu dijumpai juga sumber mata air. Tidak pernah kering, mata air ini menjadi tempat minum satwa di sana. Saat peserta famtrip melintas, pada dekat mata air juga terdapat Komdodo. Keberadaan Komodo tersebut pun langsung menjadi objek foto para peserta.

Untuk Medium Track, jarak tempuhnya sekitar 2 Kilometer dengan durasi waktu 60 menit. Selain mata air tersebut, jalur ini juga terdapat spot foto khusus bersama Komodo. Adapun Long Track punya jarak 4,5 Kilometer dengan waktu 120 menit. Jalur ini memiliki 2 sarang Komodo dengan lokasi terpisah. Lalu, ada juga track super panjang dengan medan menantang ala Adventure. Track ini menuju Gunung Arah.

“Ada beragam experience yang bisa dinikmati wisatawan selama di Pulau Komodo. Tracknya sangat khas dan menarik. Bila semuanya memungkinkan, Adventure Track layak dicoba. Yang jelas, ada banyak hal yang bisa dinikmati wisatawan selama berada di sana,” jelas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional IV Kemenpar Adella Raung.

Secara umum, kawasan Taman Nasional Komodo sangat kaya. Selain Komodo, wisatawan bisa bertemu aneka burung, satwa khas, juga flora. Komposisi burungnya ada 111 jenis, seperti Gosong (Megapodius Reinwardt), Kakaktua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea), Perkutut (Geopelia Streptriata), dan Tekukur (Streptopelia Chinensis). Jenis lain Pergam Hijau, Cucak Timor, Raja Udang, dan Burung Kacamata Laut.

Selain Komodo, koleksi satwanya seperti Rusa (Rusa Timorensis, Kerbau Liar (Bubalus Bubalus), Babi Hutan (Sus Scrofa), dan Kalong Buah (Cynopteris Brachyotis). Hewan itu selalu hilir mudik di sekitar wisatawan, hanya Kerbau Hutan yang sulit dijumpai. Floranya terdiri dari Rotan (Calamus Sp), Asam (Tamarindus Indica), Kepuh (Streculia Foetida), Bidara (Zizipus Jujuba), dan Bakau (Rhizophora).

“Selain berwisata, siapapun bisa mempelajari banyak hal di sana. Namun, yang terpenting ikuti segala peraturan yang berlaku di Pulau Komodo. Sebab, hal tersebut akan bagus bagi wisatawan sendiri dan kelestarian alam berserta satwanya yang luar biasa,” tegas Adella lagi.

Memiliki beragam daya tarik, Pulau Komodo selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dalam beberapa bulan terakhir, rata-rata tingkat kunjungan wisman mencapai 500 orang per hari. Kawasan ini memang punya high seasson dari Juni hingga Oktober. Mayoritas wisman pengunjung dari Jepang, Tiongkok, Russia, Malaysia, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat.

“Ada banyak cerita dan pengetahuan luar biasa di Pulau Komodo. Peserta famtrip dan wisatawan lain yang datang bisa membaginya pada publik dunia. Dengan beragam keunikannya, wajar bila wisman ke sana positif. Kedatangan mereka tentu membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here