INDONESIATRAVEL.NEWS – Dunia penerbangan Indonesia mendapatkan apresiasi dari internasional. Indonesia berstatus big three Asia 2018. Bahkan menjadi nomor 1 di ASEAN. Lebih spesial lagi, elemen industri penerbangan nasional menjadi terbaik di program Marketer of the Years Award 2018. “Selamat kepada industri penerbangan Indonesia yang menjadi terbaik 3 di Asia. Prestasi ini pun sangat membanggakan. Sebab, menjadi bukti kualitas penerbangan nasional. Artinya, menjadi daya dukung yang luar biasa bagi pariwisata Indonesia,” ungkap dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Sabtu (8/12). Indonesia berada di strip 3 sebagai bandara paling sibuk terkoneksi secara Asia Pasifik di 2018. Status ini mengacu kepada Global Competitiveness Index (GCI) 2018. Ada di urutan 3 Asia Pasifik, Indonesia mengumpulkan point 972.336,6. Posisi teratas ditempati Tiongkok dengan skor 4.925.930,8 dan Jepang yang memiliki nilai 1.610.558,4 jadi runner up. “Bisa mengalahkan Australia, Korea Selatan, dan Singapura tentu menjadi catatan positif. Sebab, ragam upaya yang dilakukan selama ini artinya memberikan hasil yang bagus,” terangnya. Dari catatan tersebut, ada hasil positif lain yang diraih Indonesia. Bandara di Indonesia memiliki efisiensi layanan bandara lebih baik. Indonesia berada di urutan 59 atau unggul 4 strip atas Tiongkok. Meski ada di posisi atas, Tiongkok dinilai kurang efektif sehingga diberi level 63. Menpar menambahkan, beragam inovasi konsep layanan yang dilakukan, menaikan kualitas bandara di Indonesia. “Efisiensi layanan memang terus diberikan. Digitalisasi layanan terus dikembangkan di banyak bandara. Dan, mereka akan menjalankan konsep Smart Digital Airport secara menyeluruh. Dengan inovasi yang diberikan, bandara akan semakin menunjang mobilitas para wisatawan. Mereka akan semakin nyaman,” lanjutnya lagi. Sebelumnya, Smart Digital Airport ini akan diberlakukan secara menyeluruh di 15 bandara member PT Angkasa Pura (AP) II. Konsep ini memiliki basic smart dan connected. Selain itu, konsep soft infrastructure diterapkan secara optimal. Dimulai dari riil soft infrastructure-nya, connected content, hingga digital community. “Kalau sistem diberlakukan, skor Indonesia pasti lebih besar lagi,” tuturnya Terlepas dari potensi tersebut, Indonesia kini menjadi nomor 1 di kawasan ASEAN. Penerbangan milik Indonesia unggul 301.949,9 point atas Thailand yang ada di urutan 4. Negeri Gajah Putih ini meraih nilai 670.386,7. Singapura yang dinilai lebih maju ada di urutan 10 dengan nilai 352.687,7. Posisi dari Malaysia masih lebih baik diurutan 7 dengan 420.239,6 point. “Penerbangan Indonesia semakin diperhitungkan di ASEAN. Kondisi ini secara keseluruhan pun semakin menaikan kepercayaan dan kredibilitas pariwisata Indonesia. Menjadi pembanding, konsep transportasi udara yang dikembangkan Indonesia masih lebih baik,” tegas Menpar. Proses panjang sudah dilalui untuk jadi yang terbaik. Sebab, ada banyak parameter yang digunakan GCI dengan acuan International Air Transport Association. Indikator penilaian ini pun didasarkan kepada banyaknya tujuan penerbangan, frekuensinya, hingga jumlah koneksinya. Laporan CGI 2018 memiliki imbas terhadap pemeringatan daya saing negara di World Economic Forum (WEF). Konsep ini menguntungkan. Sebab, WEF tahun ini mengembangkan metodologi baru. Mereka memakai 98 sub-indikator. Mengacu metodologi baru ini, WEF nantinya hanya akan membandingkan peringkat dengan tahun sebelumnya. “Harus dicermati, WEF ini mengembangkan metode baru. Mereka memakai acuan dari setiap laporan GCI. Semoga ada input positif bagi pariwisata Indonesia,” jelas Menpar lagi. Performansi industri penerbangan Indonesia pun semakin ditegaskan dengan capaian individunya. Sebab, Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin dinobatkan jadi Marketer Of The Year Award 2018. Awaluddin jadi terbaik untuk kategori The Best Industry Marketing Champion 2018-Infrastructure pada 6 Desember 2018 kemarin. “Sekali lagi kami ucapkan selamat atas capain prestasi individu. Penghargaan Marketer Of The Year Award ini sangat bergengsi. Dengan capaian ini, kami harap AP II akan semakin maju dan berkembang. Ujungnya membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia secara menyeluruh,” tutupnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here