INDONESIATRAVEL.NEWS, TARAKAN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin agresif membangun pariwisata Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengemasan Produk Wisata Sejarah dan Warisan Budaya bagi para pelaku pariwisata Kota Tarakan, Kaltara. Program ini akan digelar di Hotel Royal Tarakan, 20-21 Februari 2019.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, bimtek akan diikuti 35 pelaku wisata di Tarakan. Mereka terdiri dari Dinas Pariwisata Tanjung Pinang, Pokdarwis, komunitas, masyarakat kampung adat serta pelaku usaha pariwisata.

“Bimtek ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada stakeholder pariwisata terkait pengemasan produk wisata sejarah dan warisan budaya. Terlebih lagi di perbatasan Tarakan memiliki potensi besar dalam produk wisata sejarah dan warisan budaya,” ujar Giri, Selasa (19/2).

Menurutnya, bimtek akan memberikan beberapa output bagi para peserta. Dengan mengikuti bimtek, peserta diharapkan dapat melakukan identifikasi produk pariwisata sejarah dan budaya. Selain itu, para peserta nantinya dapat melakukan analisa pasar serta signifikansi produk.

Karena tak dapat dipungkiri jika wisata budaya bukan pasar mass tourism. Tetapi special interest tourism sehingga kebutuhan dan cara pemenuhannya lebih spesifik. Wisata budaya menargetkan kepuasan wisatawan sebagai prioritas dalam arti pengalaman mengenal lebih dekat terhadap produk warisan budaya.

“Ini tentunya harus menjadi pemaham sehingga pemasarannya dapat tepat sasaran. Untuk itu sejumlah nara sumber yang sangat berkompeten kita akan hadirkan. Meraka akan berbagi ilmu bagai mana mengemas wisata sejah dan budaya,” ungkap Giri.

Adapun narasumber yang dihadiri antara lain TPP Wisata Sejarah Religi Tradisi dan Seni Budaya Punto Wijayanto, TPP Wisata Sejarah Religi Tradisi dan Seni Budaya Rode Ayu Wahyuningputri, Sejarahwan Abdul Salam dan Budayawan Datuk Norbeck.

Dikesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Wisata Budaya, Oneng Setya Harini menjelaskan data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Indonesia 60% adalah untuk wisata budaya, 35% karena tertarik untuk wisata alam dan 5% karena tertarik pada obyek wisata buatan.

“Para stakeholder pariwisata ini bisa menggali, mengembangkan potensi wisata budaya serta sejarah dengan menawarkan produk yang dapat menarik kunjungan wisman. Karena faktanya budaya dan sejarah itu sangat laku dijual ke wisman. Terlebih Kaltara memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Malaysia. Ini yang ingin kita maksimalkan,” ungkap Oneng.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyambut baik pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya ini merupakan langkah strategis untuk menggali kekuatan sejarah dan budaya yang dimiliki Kaltara.

“Pariwisata itu terkait erat dengan kedekatan atau proximity, baik dekat secara jarak maupun dekat secara budaya. Tinggal bagai mana pengemasannya sehingga menjadi sebuah paket yang menarik wisatawan,” jelas Menpar Arief Yahya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here