INDONESIATRAVEL.NEWS – Sebuah event kolosal akan tersaji di Bali, 23 Juni hingga 21 Juli 2018. Namanya Pesta Kesenian Bali 2018. Acaranya dijamin keren. Karena, ribuan seniman Pulau Dewata akan terlibat. Pesta Kesenian Bali 2018 juga menyiapkan 7 sub event menarik. Desain dan kemasannya dibuat lebih kekinian.

Jadwal Pesta Kesenian Bali 2018 sejatinya dimulai 16 Juni. Namun, karena bertepatan dengan perayaan Lebaran, acaranya dimundurkan hingga 23 Juni. Rencananya Pesta Kesenian Bali ke-40 ini akan dipusatkan di Taman Budaya-Art Center, Denpasar.

“Kalaupun ada penyesuaian waktu itu wajar. Pesona Pesta Kesenian Bali tahun ini tetap luar biasa. Levelnya juga dunia. Kalau ingin melengkapi liburan, maka di sinilan tempatnya. Pastikan event ini tidak terlewatkan,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Kamis (10/5).

Diperkirakan event ini akan melibatkan sekitar 25.000 seniman Bali. Pesta pun dapat dinikmati dalam beberapa sub event. Ada konsep parade, pagelaran, pameran, juga pawai. Pesta Kesenian Bali ke-40 ini juga menyertakan lomba, sarasehan/workshop, hingga dokumentasi. Demi memuaskan wisatawan, pembaruan packaging pun diterapkan.

Pembaruan konsep kesenian pun diterapkan. Diantaranya lomba baleganjur untuk anak-anak. Ada juga lomba bondres modern dengan konsep lawak, tapi lakonnya lebih kekinian. Akan dipakai juga riasan wajah untuk menunjang performa. Inovasi berlaku juga untuk parade drama gong dengan lakon sastra Bali modern. Arja berlakon cerita rakyat Bali juga wayang kulit babad juga akan di make over.

“Pembaruan harus dilakukan. Ini bagian dari strategi untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Sebab, wisatawan ini menginginkan sesuatu yang berbeda. Apalagi, Pesta Kesenian Bali ini kelasnya dunia. Secara tim, persiapan pesta ini sangat bagus,” terang Menpar lagi.

Tema besar pun diusung adalah Teja Dharmaning Koripan (Api Spirit Penciptaan). Tema ini menggambarkan gairah Pulau Dewata dengan segala ekspresi seni budayanya. Semua wilayah di Pulau Dewata akan menampilkan karya terbaiknya. Sebagai ilustrasinya, Kota Denpasar akan menampilkan 32 sekaa kesenian.

Penampilan 32 sekaa kesenian itu akan melibatkan 2.700 seniman. Denpasar akan turun full team dengan beragam karya seni. Beragam gong kebyar akan ditampilkan, termasuk parade arja juga drama gong. Menpar pun menambahkan, Pesta Kesenian Bali ke-40 akan menajdi magnet penarik kunjungan wisatawan. Sebab, konsep penyelenggaraannya masif dan durasi waktunya panjang.

“Setiap wilayah tertantang menampilkan karya terbaik. Hal ini tentu bagus. Berada di Bali pasti sangat menyenangkan. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya semuanya juara. Semua yang terbaik ada di sini. Dengan konsep yang ditawarkan, pesta ini akan jadi penarik kunjungan wisatawan,” lanjut Menpar.

Rapor positif memang sedang ditunjukan industri pariwisata Bali. Sepanjang Februari 2018, angka kunjungan wisman tumbuh 26,35%. Total ada 452.423 wisman atau naik 94.358 dari bulan Januari. Pada 2017 silam, jumlah kunjungan wisman tumbuh 16,32%. Total jumlah kunjungan wisman pun mencapai 5.682.248 orang.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti, meyakini event ini akan berlangsung sukses.

“Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali 2018 akan sukses. Pesta ini sangat ditunggu. Sebab, wisatawan akan dimanjakan dengan beragam karya seni terbaik Bali. Pasti lebih meriah dari tahun lalu,” ujarnya.

Selain magnet kunjungan wisatawan, Pesta Kesenian Bali juga menjadi garansi ekonomi. Pada penyelenggaraan event ke-39 tahun lalu, event ini membukukan omset Rp 12,52 miliar. Jumlah itu hanya dari transaksi kerajinan tangan. Nilai transaksi terbesar Rp 4,44 miliar diperoleh dari kerajinan logam beserta turunannya. Adapun tekstil meraup income Rp 1,47 miliar, lalu kerajinan kayu Rp 683,51 juta.

“Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali ini selalu menggerakan perekonomian. Kalau secera keseluruhan pasti nilai omsetnya sangat besar sekali. Nilai transaksi ini tentu menguntungkan bagi masyarakat Bali secara umum. Sekarang yang terpenting bagaimana mengoptimalkan branding-nya. Waktunya masih cukup, tapi harus dimaksimalkan,” pungkas Esthy. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here