INDONESIATRAVEL.NEWS, MANOKWARI – Papua semakin mandiri bersama Semen Conch. Kehadiran industri ini memberi efek positif luar biasa. Akselerasi pembangunan Bumi Cenderawasih lancar. Sebab, cost-nya menjadi relatif rendah. Semen ini juga potensial sebagai mesin penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo terus dirasakan oleh masyarakat Papua. Problem high cost pembangunan di Papua terurai. Pembiayaan pengadaan material mulai tertolong oleh kehadiran Semen Conch. Harga semen mampu ditekan sangat signifikan. Sebab, harga pasaran Semen Conch ini dihargai hanya Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per sak. Stoknya pun sangat melimpah di pasaran.

Bandingkan sebelum Semen Conch ini hadir. Suplay semen-nya terbatas. Terganggunya keseimbangan demand dan suplay pun berujung meroketnya harga waktu itu. Semen di wilayah ini dibaderol kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta per sak. Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengungkapkan, saat ini ketersediaan semen surplus dan harganya sangat ramah.

“Proses pembangunan berbagai infrastruktur kini lebih mudah. Ketersediaan semen melimpah. Lebih penting lagi, harganya sangat murah. Ada banyak penghematan anggaran yang dilakukan. Anggaran ini bisa dialihkan untuk hal lain,” ungkap Demas.

Lebih penting, wild card diberikan Semen Conch pada Manokwari. Pemerintah Kabupaten Manokwari akan menjadi distributor tunggal mulai 2019. Dengan status distributor tunggal, potensi stabilitas harga dan distribusinya akan semakin stabil. Demas menambahkan, perusahaan daerah (perusda) yang akan menangani distribusi semen dan harganya telah siap beroperasi.

“Distribusi semen untu zona Manokwari akan diambil alih pemerintah kabupaten. Kami akan menjadi distributor tunggal. Perusda yang akan menangani langsung Semen Conch sudah siap beroperasi. Kalau ini kami pegang, semua akan stabil. Harga tetap murah dan distribusinya akan lancar,” lanjutnya.

Menjamin pasokan material dengan harga ramah, kontribusi Semen Conch makin terlihat. Sebab, Semen Conch mulai memberikan efek ekonomi makro bagi Manokwari. Semen Conch telah memberikan inkam dari sektor pajak sebesar USD10 juta. PAD ini bisa dinikmati oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Ada banyak hal positif dari beroperasinya Semen Conch. PAD kami sangat tertolong oleh keberadaan Semen Conch ini. Industri ini juga jadi penyerap tenaga kerja yang optimal bagi masyarakat Manokwari dan sekitarnya. Kami yakin, industri Semen Conch ini akan terus berkembang,” ujar Demas lagi.

Proses produksi dan progress pemasarannya sangat positif. Usai didirikan 3 tahun silam, Semen Conch memiliki kemampuan produksi 1 juta ton hingga 1,5 juta ton per tahun. Semen Conch sekarang ini masih memakai satu line. Jumlah ini akan terus meningkat bila line lain sudah beroperasi hingga produksinya mencapai 4 juta ton per tahun.

“Kami optimistis, sumbangan dari sektor pajak akan terus optimal. Kapasitas produksi Semen Conch ini akan terus berkembang. Lebih penting lagi, cakupan zona pemasarannya juga akan semakin luas. Kami tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga untuk ekspor. Pemetaan pasar ekspor saat ini sudah jelas,” tegas Wakil General Manager PT SDIC Papua Cement Indonesia Mr Long.

Untuk pasar domestik, Semen Conch jadi penyuplai utama beberapa wilayah Timur Indonesia. Selain Papua Barat, distribusi Semen Conch juga ada di Papua, Maluku, juga Maluku Utara. Untuk ekspor, ada beberapa pasar yang aktif seperti Papua New Guinea, Timor Leste, Australia, hingga Chile. “Kami tetap membidik beberapa pasar ekspor baru potensial. Semoga bisa direalisasikan secepatnya,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here