INDONESIATRAVEL.NEWS– Destinasi digital baru di Sumatera Barat, Pasar Van Der Capellen, langsung tebar pesona. Destinasi milik Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Tanah Datar, bahkan mampu membuat Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal, kepincut. Buktinya, Minggu (14/10), Fakhrizal beserta jajarannya berkunjung ke Pasar Van Der Capellen.

Pandangan pertama Kapolda terhadap destinasi digital ini rupanya sangat positif. Sebab, Pasar Van Der Capellen menghadirkan suasana tempo dulu.

“Ini harus dipertahankan. Wisatawan itu mencari suasana tradisional seperti ini. Semua yang ada di sini membangkitkan nostalgia dan mengingatkan akan suasana tempo dulu,” ujar Irjen Pol Fakhrizal usai berkeliling di Pasar Van Der Capellen.

Irjen Pol Fakhrizal tidak sendiri. Ia hadir bersama Wakapolda dan seluruh pejabat utama di lingkungan Polda Sumbar. Kunjungan tersebut juga diikuti Kapolres kabupaten/kota di Sumbar. Hadir juga keluarga besar Bhayangkari Polda Sumbar yang dipimpin Ny Ade Fakhrizal, serta Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi beserta jajaran.

“Beginilah pasar rakyat zaman dulu. Semoga bisa menjadi destinasi wisata unggulan Tanah Datar. Para perantau dan wisatawan harus mampir kesini,” ujarnya.

Pasar Van Der Capellen berada di kawasan Benteng Van der Capellen, Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Salah satu yang menjadi daya tarik destinasi ini adalah nuansa masa lampau yang kental. Suasana ini dihadirkan di salah satu spot, dimana terdapat dinding dari anyaman bambu khas tempo doeloe.

Kesan klasik semakin kuat dengan aksesoris topi dan deretan foto hitam putih. Spot ini sangat pas jika kita berfoto dengan kebaya. Benar-benar menggambarkan suasana masa lampau.

Suasana Pasar Van Der Capellen semakin keren dengan berbagai kuliner asli Tanah Datar. Selain itu, ada juga pertunjukan seni dan budaya anak nagari Minangkabau.

Selain menikmati makanan tradisional yang ada di pasar, Kapolda beserta rombongan juga menyempatkan diri berfoto-foto di kawasan Benteng Van Der Capellen ini.

Di kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Sumbar beserta Istri. Bupati juga memberikan cinderamata berupa senjata khas Minangkabau yaitu ‘Kurambiak’, foto dan lukisan yang diterima langsung oleh Kapolda Sumbar.

Dalam sambutannya, Bupati berharap nantinya pasar yang digagas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dinas Parpora Tanah Datar beserta GenPI Tanah Datar ini dapat semakin berkembang.

“Kita sangat mengapresiasi pihak yang telah mengagas Pasar Van der Capellen dengan mengangkat konsep Minangkabau tempo dulu. Tentu itu sangat menarik, terbukti di setiap Minggunya pengunjung terus meningkat,” papar Irdianansyah.

Terpisah Staff Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono mengatakan, GenPI harus mampu menghadirkan destinasi digital dengan standar yang tinggi. Sehingga mampu bersaing dengan destinasi lainnya. Selain itu destinasi digital GenPI harus mampu melengkapi destinasi pariwisata yang ada didaerah tersebut.

“Kita sejak awal sudah optimis pasar-pasar ini akan cepat berkembang. Karena destinasi digital ini memberikan dua keuntungan, yaitu offline dan online. Offline-nya ya pasar Yang digelar tiap minggu yang selalu ramai. Online-nya, anak-anak GenPI sangat gencar dalam bermedia sosial. Bisa menciptakan 3-4 trending topic tiap minggunya,” jelas Don Kardono.

Don Kardono menjelaskan, destinasi digital atau yang kerap dikenal Pasar Zaman Now ini memiliki positioning, differentiation dan branding.

Positioning-nya, yaitu esteem economy, generasi millenials yang butuh pengakuan, dan media sosial. Differentiation-nya Instagrammable dan digitalable photogenic. Sementara branding-nya, menjadi destinasi zaman now.

“Kids Zaman Now 70% Eksis di Dunia Maya, Dunia Digital. Media pun sebagai channel menuju ke sana. Pariwisata kita pun makin kreatif makin instagramable, memikirkan objek gambar, agar kalau difoto, layak diposting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif,” tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, pasar digital harus mandiri. Mereka harus bisa menghidupi dirinya sendiri dari kreativitasnya.

“Contohnya seperti Pasar Pancingan atau Pasar Karetan. Mereka sudah bagus, bahkan bisa merambah industri. Mereka semakin mandiri. Mampu meyakinkan pasar, hingga ada sponsor yang bergabung. Soal durasi waktu kerjasama, itu nomor sekian. Yang penting mereka mampu memberi keyakinan kepada publik soal brand yang dimilikinya. Ini harus di contoh Pasar Van Der Capellen,” kata Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here