INDONESIATRAVEL.NEWS– Kampung Terih berkibar di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018. Dua penghargaan diborong sekaligus. Pertama sebagai tujuan wisata baru terpopuler, selanjutnya sebagai juara favorit. Ini menjadi kado istimewa di usinya yang akan menginjak satu tahun.

Ketua GenPI Kepulauan Riau (Kepri) Nunung Sulistiyanto mengaku bangga. Ia tidak menyangka bakal memboyong penghargaan tersebut. Di sisi lain, ini menjadi beban tersendiri yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Harus ada terobosan baru dan pembenahan di beberapa bidang, agar wisatawan yang berkunjung tidak kecewa.

“Ke depan kita akan lengkapi fasilitas yang belum ada, sekaligus memperbaiki yang sudah mulai terbengkalai. Kita juga akan mengajak pihak swasta agar bisa berkontribusi di Kampung Terih,” ungkap pria yang akrab disapa Inung tersebut, Jumat (23/11/2018).

Adapun fasilitas yang dimaksud antara lain lahan parkir yang masih terbatas, toilet dan tempat bilas, ketersediaan air bersih, listrik dan jaringan internet, serta paving block di area dalam. “Kita juga perlu membangun base camp atau ruang pertemuan,” jelasnya.

Lebih jauh Inung mengatakan, destinasi digital Kampung Terih digagas bersama Komunitas Penjelajah Alam Kepri (Pari). Kampung Terih adalah satu dari 36 titik kampung tua yang ada di Nongsa, Batam. Istimewanya, posisi kampung ini menghadap langsung ke pusat pemerintahan Kota Batam.

“Destinasi digital Kampung Terih diresmikan pada 10 Desember 2017. Selain dapat menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi di Kota Batam, pengunjung bisa pula menikmati kerimbunan hutan bakau, air laut yang bersih dan jernih, serta kekayaan kuliner khas Melayu,” bebernya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penuh keberadaan destinasi digital Kampung Perih. Di awal berdirinya, Kemenpar telah menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp68 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun fasilitas pendukung, termasuk spot-spot foto yang instagramable.

“Kampung Terih adalah destinasi wisata digital ke-7 dari 30 destinasi digital di seluruh Indonesia. Dalam perkembangannya, tempat ini tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Data yang ia peroleh, ada ribuan wisman dari sedikitnya 16 negara yang sudah berkunjung ke Kampung Terih. Antara lain dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, India, Korea, Polandia, Rusia, Ukraina, dan Trinidad Tobago. Ada pula dari China, Italia, Prancis, Inggris dan Brasil.

Arief menambahkan, destinasi digital menjadi strategi andalan untuk merebut perhatian wisman. Tahun ini, Kemenpar menargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019.

“Saya berharap tahun 2018 ini ada 100 destinasi digital di 34 provinsi di Indonesia. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, akan sangat mudah bagi kita menjual Indonesia melalui media sosial semisal Instagram. Terlebih dukungan kaum milenial sangat luar biasa,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here