INDONESIATRAVEL.NEWS– Pagar Alam Heritage Trail 2018 segera digelar 23-25 November 2018. Peserta akan diajak berburu situs bersejarah sambil menjelajahi keindahan alam kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Apa saja kegiatannya?

Pagar Alam Heritage Trail akan melintasi kawasan di sekitar Gunung Dempo. Selama tiga hari para peserta diajak menikmati beragam kegiatan yang seru dan menyenangkan.

Di antaranya menjelajahi lintas alam bersejarah, melihat situs-situs bersejarah seperti megalit, menyusuri desa-desa tua, perkebunan teh dan kopi.

Menteri Pariswisata Arief Yahya mengatakan, Pagar Alam Heritage Trail merupakan event yang dikemas menarik. Sasarannya dua sekaligus. Pecinta wisata sejarah dan pecinta wisata alam.

“Kemasan Pagar Alam Heritage Trail ini unik dan menarik. Pesertanya tidak akan merasa bosan,” ujar Menpar Arief Yahya, Senin (19/11).

Di hari pertama, 23 November, ada ziarah puyang Serunting Sakti. Di sini para peserta diajak melihat makam bersejarah Serunting Sakti atau “Si Pahit Lidah” di Kota Pagar Alam.

“Legenda tokoh Serunting Sakti sangat terkenal karena dikenal sebagai pendekar sakti. Cerita kesaktiannya telah menjadi cerita di daerah Sumatera bagian Selatan,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn.

Di hari kedua, 24 November, digelar Pagar Alam Heritage Walk Trail. Para peserta diajak berjalan sejauh 6 km. Rutenya menyusuri trek melewati perebunan teh, kopi, persawahan, situs megalithikum, jembatan gantung dan perkampungan tradisional.

“Start dan finish lintas alam ini di lapangan Villa MTQ Kota Pagar Alam. Banyak pengalaman seru yang akan dirasakan peserta,” kata Irene.

Hari terakhir, 25 November, seluruh peserta bisa menikmati gelar budaya Kampung Plang Kenidai. Di sini ada beragam kegiatan menarik. Mulai dari atraksi dan sarasehan seni budaya, pertunjukan Tari Kebagh, Guritan, Pengolahan Kopi tradisional, seduh kopi dan tradisi budaya Pantauan.

“Para peserta bisa mencicipi aneka kuliner khas Pagar Alam yang disajikan di rumah-rumah yang ada di Kampung Plang Kenidai ini,” tambah Irene.

Peserta Pagar Alam Heritage Trail 2018 ini ditargetkan mencapai lebih dari 600 peserta. Mereka dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa. Para peserta juga berpeluang memenangkan hadiah bernilai total Rp 20 juta.

Irene menambahkan, Pagar Alam Heritage Trail 2018 ini sebagai bentuk mengenalkan seni budaya, tradisi dan situs bersejarah yang ada di Pagar Alam. Yang istimewa melihat keberadaan Megalit Tegurwangi.

“Megalit Tegurwangi merupakan bukti keberadaan manusia purba di kota Pagar Alam. Megalit Tegurwangi juga akan diusulkan untuk menjadi cagar budaya nasional,” ujar Irene.

Kota Pagar Alam sudah terkenal dengan keindahan alamnya, tidak hanya dengan panorama Gunung Dempo. Terdapat air terjun seperti Curup Tujuh Kenangan, Curup Embun belum lagi Danau seperti Tebat Gheban. Bahkan yang tak kalah menarik adalah hamparan sawah hijau dan perkebunan teh yang tentunya akan semakin memanjakan mata.

“Daya tarik wisata Pagar Alam luar biasa. Sehingga Pagar Alam bisa menjadi tujuan utama untuk menghabiskan akhir pekan di Sumatera Selatan,” tambah Irene.

Apalagi kini akses untuk menuju Kota Pagar Alam semakin mudah. Baik dengan menggunakan jalur darat atau udara. Jika menggunakan jalur darat, para pelancong bisa memilih menggunakan mobil atau kereta api dari Palembang. Sementara jika ingin menggunakan pesawat, kini ada penerbangan langsung dari Palembang melalui bandara Atung Bungsu.

Sementara untuk akomodasi penginapan, di Pagaralam juga sangat banyak. Mulai dari hotel, villa hingga homestay juga tersedia.

“Tersedia 380 kamar di kota Pagar Alam, ada hotel, villa hingga homestay yang bisa dipilih untuk menikmati keindahan Kota Pagar Alam,” pungkasnya.

Bagi yang berminat mengikuti kegiatan Pagar Alam Heritage Trail ini bisa mendaftarkan diri di website www.pagaralamheritagetrail.com atau www.southsumatratourism.com. Untuk mengetahui update informasinya, bisa melihat langsung di akun instagram Pagaralam heritage trail dan Pesona Sriwijaya. Atau bisa langsung menghubungi contact person via Telp/WA 08982030435 dan 081368189858.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni menyambut baik kegiatan Pagar Alam Heritage Trail ini. Terutama untuk mempromosikan desa adat Pelang Kenidai.

Pelang Kenidai merupakan dusun yang dibangun oleh puyang Serunting Sakti, hingga saat ini desa Pelang Kenidai masih menerapkan sistem adat dalam kesehariannya. Desa Pelang Kenidai sangat unik dan dapat menjadi tujuan wisata di kota Pagar Alam.

“Terdapat enam belas rumah baghi yang dapat dikunjungi di desa ini. Di samping itu, berbagai atraksi menarik dapat disaksikan di desa Pelang Kenidai. Mulai dari tradisi pantauan, ngiroh kawe atau menyangrai kopi hingga kerajinan dari akar bambu,” terang Alpian.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga menyambut baik acara Pagar Alam Heritage Trail ini. Menurutnya, acara Pagar Alam Heritage Trail ini sesuai dengan prioritas program kerja Pemprov Sumsel, yang salah satunya adalah kebudayaan.

“Event ini sangat penting. Pagar Alam merupakan destinasi unggulan Sumsel dengan wisata budaya di samping wisata alamnya. Kita galakkan terus even seperti ini. Apalagi pesertanya adalah generasi muda. Langsung atau tidak langsung, Pagar Alam Heritage Trail 2018 ini dapat menjadi ajang kesadaran budaya dan kesadaran sejarah,” kata Herman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here