INDONESIATRAVEL.NEWS– Pesatnya pertumbuhan pariwisata Indonesia sukses menggoda generasi millennial kreatif. Buktinya, aplikasi startup pariwisata makin marak. Pilihan buat wisatawan pun semakin beragam.

Salah satunya adalah PT Hampton Global Nusantara. Perusahaan ini meluncurkan aplikasi startup BukaKamar. Mereka mencoba mengakomodasi para pelancong dadakan dengan mengusung konsep last minute deals.

“Peluangnya sangat besar. Pariwisata Indonesia sedang berkembang luar biasa. berkembang luar biasa. Baik lokal maupun international. Terlebih jumlah penduduk indonesia sangat besar dibandingkan pihak-pihak yang melakukan startup dibidang pariwisata,” ungkap CEO BukaKamar Boby Haryadi, Sabtu (27/10).

Boby menjelaskan, ide untuk merintis startup muncul ketika dirinya me-manage salah satu hotel di Amerika. Saat itu, ia melihat kebiasaan orang Indonesia yang suka booking hotel dadakan, hingga 7 hari sebelumnya.

Selain itu perubahan dunia yang semakin digital, tak pelak membawa perubahan signifikan. Semua proses berwisata dari pencarian hingga pemesanan kini menggunakan digital.

“Rata-rata pemilik hotel mengeluhkan banyaknya kamar yang kosong. Dan itu sebenarnya rugi, karena biaya rutin sudah pasti keluar. Sedangkan para wisatawan mengeluhkan harga yang relatif tinggi ketika mereka memesan dadakan. Ini yang kita jembatani. Intinya Buka Kamar memfasilitasi hotel needs dan guest needs,” ujarnya.

Boby pun yakin aplikasi BukaKamar dapat menjadi referensi utama bagi para pelancong. Khususnya untuk mencari kamar hotel. Saat ini BukaKamar sudah memiliki 15 hotel partner yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Antara lain di Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Palembang, Pekanbaru, dan Solo.

“Saya yakin startup pariwisata Indonesia bisa mendunia. Untuk itu kita pun selalu berinovasi. Penambahan jumlah hotel yang bekerja sama dengan BukaKamar terus kami lakukan. Target kita minamal 1000 hotel yang akan menjadi partner di BukaKamar,” pungkas Boby.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah generasi muda yang terjun ke dunia startup pariwisata. Menurutnya sudah tepat jika generasi muda memilih pariwisata sebagai line bisnisnya.

Selain itu wisatawan kini telah bergeser kearah digital. Dimana dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital.

“Sudah sangat tepat. Sektor pariwisata Indonesia yang sangat menjanjikan. Sektor ini menjadi core busines Indonesia. Saat ini pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa serta lapangan kerja paling besar dan mudah dan cepat,” ujar Menpar.

Untuk itu Menpar mendorong pelaku industri khususnya start-up di bidang pariwisata untuk terus melakukan terobosan.

Kolaborasi pun menjadi langkah untuk melakukan percepatan. Sehingga start-up pariwisata bisa tumbuh bersama dan akhirnya beribas pada berkembangnya sektor pariwisata Indonesia secara keseluruhan.

“Digital Revolution is a Natural Revolution Pariwisata Indonesia tumbuh pesat karena media digital. Yakni 70% search dan share informasi menggunakan media digital. Media digital 4 kali lipat lebih efektif dibanding media konvensional. Untuk itu mari kita berkolaborasi untuk terus mendongkrak pariwisata Indonesia ” ujar Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here