INDONESIATRAVEL.NEWS– Pelaksanaan Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) 2018 benar-benar sukses. Sebanyak 635 peserta yang tampil, benar-benar memesona. Event ini pun diserbu wisatawan. Lebih hebat lagi, dua hastag dari event ini mampu menguasai trending topic nasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang hadir langsung di Jember, tak ragu memberikan pujiannya. Semua dialamatkan ke Grand Carnival yang menjadi sajian pamungkas JFC 2018, Minggu (12/8).

“Ini sangat luar biasa. Saking kerennya JFC menjadi trending topic nasional. Bukan saja satu tetapi dua sekaligus. Hastag #WonderfulJFC2018 serta hastag #PesonaJemberFashionCarnavaI bahkan mengalahkan trending topic pilpres. Maka wajar kehadirannya selalu menginspirasi. Menjadi standar bagi berbagai karnaval di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, didampingi Asdep Pemasaran I Regional II Sumarni, Minggu (12/8).

Eventnya memang wow. Memang keren. Bahkan telah bertransformasi menjadi salah satu karnaval terbaik di dunia. Berada pada posisi ke-4 dunia sebagai karnaval terunik dan terheboh.

Keberadaannya bersanding dengan karnaval Mardi Grass di Amerika, Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht Jerman. JFC menjadi karnaval terbaik di Nusantara. Jember pun dinobatkan sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017.

Pada perhelatan ini ratusan kostum terbaik dihadirkan. Dynand Fariz menghadirkan 10 defile kostum yang merepresentasikan negara-negara Asia. Bian Lian dari China, Babilonia Empire dari Irak, India, Ottoman Empire Turki, Saudi Arabia, Silla dari Korea, Star dari Thailand, dan Shogun dari Jepang. Tidak lupa kemasyhuran pusaka Kujang dari Indonesia turut memberikan warna pada perhelatan itu.

“Seluruh kostum pun dibuat dengan sangat detail sehingga mampu merepresentasikan setiap budaya yang disuguhkannya. Ini adalah keunggulan dari JFC. Memberikan kreatif value yang tinggi. Sehingga mampu dijual dan dijadikan atraksi wisata yang unik dan menarik,” kata Menteri Arief.

Arief Yahya pun menyoroti efek ekonomi yang ditimbulkan oleh JFC. Kesuksesannya menghadirkan wisatawan ke Jember menjadikan JFC trigger bagi perkembangan pariwisata Jember. Yang pada akhirnya mendongkrak perekonomian masyarakat Jember. Mengubah wajah pariwisata Jember ke era keemasan.

“Ini bisa dilihat dengan penuhnya semua hotel yang ada di Jember ketika JFC dihelat. Hasilnya perekonomian Jember pun berdenyut. Bukan saja sektor perhotelan, sektor-sektor lain juga kebagian rezeki. Dari mulai kuliner, souvenir, transportasi. Imbasnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pariwisata,” kata Menpar.

Bagi Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Sumarni, JFC memiliki media value yang tinggi. Pasalnya event ini di liputan oleh berbagai media. Baik media nasional maupun internasional. Hal ini jelas juga memberikan efek positif bagi pariwisata Jember.

“Dengan cover up media yang tinggi tentunya juga akan mendongkrak posisi dari JFC itu sendiri. Yang pada akhirnya memberikan efek domino bagi perkembangan destinasi wisata Jember. Karena secara tidak langsung pemberitaan JFC merupakan promosi bagi pariwisata Jember,” kata Sumarni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here