PALEMBANG – Etika di meja makan bukan sekadar tata krama saat makan atau menggunakan alat makan. Menguasai table manner juga merupakan bentuk citra diri. Bahkan profesionalisme. Hal ini coba diajarkan kepada 34 finalis Putra Putri Sriwijaya 2019 dengan mendatangi Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Selasa (8/10/2019).

Menurut Direktur Poltekpar Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par., CHE., pemahaman yang baik seputar table manner memengaruhi kesuksesan karir atau bisnis. Sebab apa yang tampak dan pembawaan diri menunjukkan sejauh mana profesionalisme seseorang.

“Meja makan adalah tempat terpenting di mana etiket Anda ditonjolkan. Orang lain akan mengenali, melihat, dan menilai diri Anda dari profesionalisme yang ditunjukkan di meja makan. Inilah sebabnya kita perlu belajar table manner,” katanya.

Lantas apa sih tujuan belajar table manner? Zulkifli yang juga dosen di Program Studi Tata Hidang menjelaskan, lebih dari satu tujuan mengapa perlu belajar table manner. Intinya, dengan memahami table manner, bisa menyelamatkan karir dan profesionalitas.

“Siapa pun Anda, dengan berbagai profesi, perlu setidaknya mengetahui table manner. Anda, seorang sekretaris, sangat mungkin diminta menggantikan atasan menghadiri undangan penting dalam jamuan makan. Bahkan, ibu rumah tangga pun perlu memahami table manner. Setidaknya, dengan memahami etiket ini, ibu bisa memilih gelas yang tepat untuk menjamu tamunya. Tanpa memahami table manner, seorang ibu bisa saja berbelanja sesuka hati, membeli gelas karena bentuknya yang indah tanpa tahu fungsi dan penempatannya, lalu menggunakannya tidak sesuai fungsinya,” jelasnya.

Kemampuan bersosialisasi salah satunya ditunjukkan melalui etiket di meja makan. Table manner bicara banyak hal, termasuk etiket saat menghadiri jamuan makan, mulai dari kedatangan hingga waktunya meninggalkan jamuan makan.

“Saat tiba di lokasi jamuan makan, Anda tentu akan bertegur sapa dengan tuan rumah dan undangan lain yang tak begitu dikenal. Sikap dalam bertegur sapa menunjukkan kemampuan bersosialisasi, dengan mengetahui manner, tentunya akan menjaga sikap. Menyapa dan berbincang. Namun, tak berlebihan,” urainya.

Dengan berbekal ilmu etiket di meja makan, kita juga bisa mengubah rasa minder menjadi kepercayaan diri yang tinggi sebab telah mengetahui bagaimana seharusnya bersikap dan menjaga profesionalisme di segala situasi. Artinya, dalam kondisi apa pun, jamuan makan bersama teman, kolega, klien, atau bahkan undangan kenegaraan, tetap tampil percaya diri.

Menteri Pariwisata mengatakan, Finalis Putra Putri Sriwijaya harus mengetahui etika. Dan mengerti bagaimana bersikap.

“Sebagai finalis, mereka adalah pilihan. Keramahan Sriwijaya pun ada di pundak mereka. Apresiasi juga harus diberikan kepada Poltekpar Medan yang membantu para finalis agar menjadi personal yang lebih baik lagi,” tuturnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here