INDONESIATRAVEL.NEWS – Festival Way Kambas kembali digelar, Jumat (9/11) sore. Event ini dipusatkan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Festival Way Kambas turut mendongkrak perekonomian Lamtim.

Pembukaan Festival Way Kambas ditandai dengan pelepasan balon dari panggung utama. Meski demikian, sejumlah kegiatan sudah lebih dulu dimulai.

Ada parade budaya dari seluruh kecamatan. Masing-masing defile menyuguhkan penampilan yang berbeda. Mulai dari peragaan baju daerah, hingga kesenian tradisional seperti kuda lumping.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, mengatakan Festival Way Kambas efektif mendongkrak perekonomian. Khususnya, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurutnya, sebelum ada Festival Way Kambas, PNBP Lampung Timur hanya kisaran Rp25-30 juta pertahun.

“Setelah Festival Way Kambas digelar pertama kali di tahun 2016, lambat laun PNBP meningkat. Tahun 2016 itu hampir Rp700 juta. Kemudian tahun 2017 meningkat menjadi Rp850 juta. Untuk tahun ini, kita optimis tembus Rp1 miliar,” ungkapnya.

Secara pribadi, Chusnunia memaknai Festival Way Kambas sebagai upaya mengajak masyarakat datang ke hutan. Setelah itu, barulah masyarakat diajak menikmati, mengenali, menyayangi, dan melestarikan hutan.

“Dulu, masyarakat sekitar Way Kambas, mungkin menganggap gajah sebagai musuh. Sekarang kita sadar, keberadaan gajah ini sesungguhnya anugerah yang patut disyukuri dan dijaga. Karena itu pula, Festival Way Kambas kali ini mengambil tema ‘Konservasi untuk Kesejahteraan’. Artinya, jika TNWK ini lestari, maka akan banyak manfaat yang bisa kita dapatkan,” bebernya.

Plt Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, menilai festival ini sangat menginspirasi.

“Festival Way Kambas ini sangat luar biasa. Ada banyak manfaat yang bisa diraih dari peyelenggaraan event ini. Selain fungsi ekonomi, ada juga fungsi lainnya seperti konservasi. Lebih penting, festival tahun ini menjadi panggung kreativitas terbaik masyarakat,” terang Giri Adnyani.

Digelar selama 3 hari, Festival Way Kambas XVIII memberikan banyak kemeriahan. Rangkaian pembukaan festival sendiri diawali konvoi gajah yang dinaiki tamu VVIP. Berikutnya, para gajah melakukan pengalungan bunga. Pengunjung pun dibuat semakin kagum, sebab gajah-gajah tersebut pamer keahlian. Mereka menari, menaikan bendera, hingga bermain holahop.

Mengangkat tema ‘Konservasi Untuk Kesejahteraan’, ada beragam kemeriahan lain yang ditawarkan. Pesta besar ini dimeriahkan Festival Kuliner, Jejak Petualang, Forest Fotography, hingga parade budaya yang diikuti 24 kecamatan se-Lampung Timur. Event tersebut dinikmati penuh oleh pengunjung pada hari pertama pembukaan, Jumat (9/11).

“Konsep alam memang sangat kental dalam festival tahun ini. Yang jelas, hiburan yang ditawarkan ini sangat bagus. Forest Fotography sangat menginspirasi dengan pesan kelestarian hutan. Hal ini tentu jadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat. Pastikan festival ini sebagai spot liburan akhir pekan ini,” tegas Giri Adnyani lagi.

Menyempurnakan akhir pekan, beragam sub event terbaik dirilis Sabtu (10/11). Ada lomba Kreasi Souvenir, Sketsa Way Kambas, Lomba Tari Kreasi dan Tari Bali, Tari Melinting Massal, hingga Mocaf Colour Fun. Adrenalin pengunjung pun akan ditebalkan melalui Way Kambas 10K, Jalan-Jalan 4×4, dan Way Kambas Adventure Trail.

“Festival Way Kambas XVIII ini memang memiliki potensi ekonomi yang besar. Konten yang ditawarkan juga sangat menarik. Kami optimistis, festival ini akan banyak memberikan manfaat khsusunya secara ekonomi bagi masyarakat. Sebab, respon publik sangat positif,” kata Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh

Sensasi dan experience pengunjung di Festival Way Kambas XVIII semakin lengkap. Sebab, ada banyak kemeriahan yang ditawarkan sebelum closing ceremony, Minggu (11/11). Ada gelaran Way Kambas Idol, Lomba Tari Bedana, Tari Bedana Massal, Festival Buah Nusantara, dan Moca Colour. Selain itu, ada juga Festival Motor Antik, Fun Bike/Sepeda Nusantara, hingga XC/MTB.

Festival Way Kambas merupakan kegiatan tahunan. Event ini menjadi ajang promosi pariwisata. Sekaligus, wadah pelestarian. Tujuannya, mengampanyekan pelestarian satwa endemik Sumatera yang terancam punah. Seperti gajah dan badak Sumatera.

TNWK sendiri merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia. TNWK juga sangat erat kaitannya dengan gajah, karena menjadi tempat perlindungan dan latihan gajah. Bahkan TNWK memiliki Pusat Konservasi Gajah (PKG) dan Rumah Sakit Gajah (RSG) satu-satunya di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, Kemenpar mendukung kegiatan seperti Festival Way Kambas. Karena menjadi bagian dari realisasi target 17 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Untuk meningkatkan wisatawan, Arief menyarankan pemerintah bisa mempermudah wisatawan masuk ke Indonesia.

“Dengan mendatangkan wisatawan, jelas akan meningkatkan devisa. Selain itu, pemerintah harus mempromosikan destinasi yang sudah siap,” katanya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here