INDONESIATRAVEL.NEWS– Buat kalian yang melewati akhir tahun dengan liburan ke Maluku Utara (Malut), Jangan lupa saksikan Festival Tanjung Waka 2018. Festival ini akan digelar di Tanjung Waka, Kabupaten Kepulauan Sula, 27 – 30 Desember mendatang.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Waka Welkam Bihu”. Artinya, Waka Panggil Pulang. Sederet pertunjukan sudah disiapkan. Seperti Tarian Bela Yai, Tarian Denge, Tarian Laka Baka, hingga Pencak Silat. Dalam rangkaian acara itu dilaksanakan pula ajang pencarian bakat “Sula Got Talent”.

“Festival Tanjung Waka menjadi sebuah atraksi pariwisata yang semakin berkembang. Festival ini menjadi etalase seni budaya kebesaran Kepulauan Sula,” ujar Ketua Panitia Festival Tanjung Waka, Syarifudin Koroy, Senin (24/12).

Syarifudin menjelaskan, festival ini dimaksudkan untuk semakin mengangkat sektor pariwisata Kepulauan Sula. Pasalnya, Kepulauan Sula memiliki potensi yang menakjubkan. Bukan hanya budaya, alamnya pun luar biasa. Terlebih lagi potensi Baharinya.

“Kepulauan Sula adalah surga tersembunyi. Potensi besar alam dan budaya yang dimilikinya menjadi sebuah modal yang patut diperhitungkan. Ini yang akan kita angkat dalam festival,” ungkapnya.

Soal keindahan pulau ini, jangan diragukan. Sangat luar biasa. Dari spot ini wisatawan juga dapat melihat fenomena alam yang luar biasa ketika bulan purnama terbit dan matahari terbenam sekaligus.

“Tanjung Waka berada pada titik paling selatan Pulau Sanana. Keindahan Kepulauan Sula memang tak diragukan lagi,” ujarnya.

Tanjung Waka juga memiliki pantai pasir putih yang sangat memikat. Panjangnya sekitar 7 Km. Belum lagi alam bawah lautnya yang kaya. Dive sitenya banyak. Berada di wilayah segitiga karang dunia (coral triangle) membuat Kepulauan Sula menjadi spot incaran diver dunia. Keanekaragaman hayatinya tinggi dan sangat terjaga.

“Visibilitasnya tinggi, sekitar 20 meter, dengan temperature air yang hangat yaitu sekitar 26 hingga 29 derajat celcius. Pokoknya bakal ketagihan menyelam di Kepulauan Sula,” paparnya.

Selain itu, festival ini menjadi momentum lahirnya Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kepulauan Sula. Sebuah komunitas anak-anak muda milenials yang peduli pariwisata.

“Momentum ini sekaligus kita maksimalkan dengan mengukuhkan GenPI Kepulauan Sula sebagai motor promosi pariwisata kabupaten ini,” ujarnya.

Akses menuju Kepulauan Sula cukup mudah. Ada dua moda transportasi yaitu dengan menggunakan pesawat terbang yang menuju Bandara Sultan Baabulah, Ternate dan menggunakan kapal laut yang menuju Ternate. Dari Ternate menuju Kepualauan Suka, dapat menggunakan kapal laut ataupun pesawat terbang.

Jarak tempuh menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4 Kurang lebih 50 Km atau 1 jam setengah dari pusat Kota Sanana. “Perjalanannya cukup singkat, sekitar 1,5 jam dengan pesawat terbang. Kapal untuk menyeberang juga banyak tersedia,” jelasnya.

Soal penginapan juga tak perlu khawatir. Terdapat sejumlah penginapan seperti hotel bintang satu dan homestay. Tarifnya cukup murah, hanya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu sudah dapat beristirahat dengan nyaman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji keseriusan Malut untuk mengangkat sektor pariwisata. Menurutnya, Festival Tanjung Waka ini bisa menjadi atraksi menarik dan menjadi pilihan liburan akhir tahun.

“Atraksi-atraksi seperti ini harus terus dikembangkan, tetapi ingat ini juga harus didukung promosi yang gencar. Ini bisa dikolaborasikan dengan GenPI, soal potensi tidak ragu lagi, Malut itu gerbang bahari Indonesia Timur. surga bahari Indonesia,” ujar Menpar Arief.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here