KUANSING – Festival Pacu Jalur 2019 memperkuat aspek commercial value. Festival ini ditopang Familiarization Trip (Famtrip), 23-25 Agustus 2019. Pesertanya beragam. Dari nusantara, Malaysia.

“Aspek Commercial Value menjadi sangat penting. Sebuah event harus dinikmati publik luas, khususnya para wisman. Kehadiran program Famtrip di Festival Pacu Jalur tentu sangat vital. Program ini menjadi jembatan efektif untuk menghadirkan wisman. Kami optimistis arus wisman akan semakin positif pada festival tahun depan,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Jumat (23/8).

Famtrip Festival Pacu Jalur diikuti 18 peserta. Ada 10 peserta dari Malaysia dengan background TA/TO. Beberapa TA/TO Negeri Jiran itu adalah Tumpuan Vacation, Indigo Travel, Honey Vacation, Khalifakota Travel, atau Suria Indah Holiday. Ada juga 8 TA/TO lokal seperti, Pesona Jejak Wisata, The Konvergen, Dreamland Holiday, dan MAC.

“Festival Pacu Jalur ini sangat unik dan menarik. Ada banyak sisi yang bisa dieksplorasi. Wisatawan pun bisa mengenal beragam tradisi yang hidup di dalamnya. Nilai-nilainya sangat menginspirasi. Pacu Jalur ini sebenarnya bukan terkait lomba saja, tapi ada konservasi tradisi dan budaya adiluhung. Semuanya ini masih otentik dan terpelihara baik,” terang Arief yang juga Menpar Terbaik di ASEAN.

Sementara Ketua GenPI Riau Osvian Putra pun mengatakan, Festival Pacu Jalur 2019 punya daya tarik luar biasa. Termasuk dari nilai bisnisnya. Antusiasme besar diperlihatkan publik mancanegara.

“Potensi Festival Pacu Jalur sangat besar. Commercial Value-nya tinggi. Buktinya, wisman dan peserta Famtrip asal Malaysia bergabung di sini. Peserta Famtrip yang terdiri dari TA/TO ini tertarik dengan potensi bisnisnya yang besar. Konten Festival Pacu Jalur sangat menjual. Ada banyak destinasi yang juga bisa dieksplorasi dan dijadikan paket,” kata Osvian.

Para peserta sudah ada di Kuansing mulai Jumat (23/8) malam. Sedikitnya ada 3 destinasi Kuansing yang akan dieksplorasi, serta 1 destinasi di Kampar. Destinasi itu antara lain Air Terjun Guruh Gemurai, dan Desa Wisata Sentajo.

“Kami menyambut gembira kehadiran peserta Famtrip dan wismannya. Mereka akan terkesan di sini. Selain alam dan budaya, kulinernya juga enak. Masyarakat Kuansing sangat ramah dan hangat. Silahkan eksplorasi beragam sisi menarik dari pariwisata Kuansing. Jangan lupa dipublikasikan. Kami optimistis, destinasi Kuansing akan menjadi poros bisnis menjanjikan,” papar Wakil Bupati Kuansing H Halim.

Selain experience budaya khas Pacu Jalur, wisatawan akan puas menikmati keindahan Air Terjun Guruh Gemurai. Masuk wilayah Kuantan Mudik, destinasi tersebut sangat menawan. Airnya jernih menyejukan dengan background batu alam yang indah. Ditopang ketinggian 20 Meter, air terjun ini pun menghasilkan suara dengan irama riuh indah.

Lalu, bagaimana dengan Desa Wisata Sentajo?

Ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2012, Sentajo menawarkan budaya kental masyarakat Kuansing. Ada beragam artefak yang masih terawat baik di sana. Sebut saja, Mansojid Usang yang dibangun 1838.

Destinasi lainnya adalah Rumah Godang dan Sosoran Pondam pendekar Tuah. Dibangun unik, Rumah Godang mampu menampung 125-150 orang. Rumah Godang ini gabungan dari 4 rumpun besar di sana.

“Profil yang dimiliki destinasi wisata Kuansing sangat luar biasa. Alam dan budayanya sangat seimbang. Pacu Jalur ini tradisi besar dengan usia sekitar 116 tahun. Semuanya masih otentik. Destinasinya sangat banyak, apalagi di sana memiliki sekitar 32 air terjun. Desa wisatanya masih natural dan sangat terawat,” tegas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Usai mengeksplorasi destinasi Kuansing, peserta Famtrip juga wisman 2 negara beranjak ke Kampar, Minggu (25/8). Sembari kembali ke Pekanbaru, mereka singgah di Lipat Kain, Kampar Kiri, Kampar. Di sini, mereka menikmati jejak kereta api peninggalan Jepang. Lokomotif ini memiliki panjang 25 meter. Di jamannya, kereta api tersebut jadi moda pengangkut batu bara.

“Kehadiran peserta Famtrip akan mempercepat pertumbuhan wisman di Kuansing dan sekitarnya. Dan, semuanya bisa dijadikan paket wisata menarik. Pokoknya ada beragam aktivitas yang bisa dinikmati di sana. Perjalanan menuju Kuansing akan jadi experience terbaik. Silahkan datang ke Kuansing,” tutup Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.(****)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here