INDONESIATRAVEL.NEWS–Festival Barongsai Kepulauan Riau (Kepri) siap menaikan levelnya jadi internasional. Dua tahun penyelenggaraan event, dirasa cukup menjadi test case. Skenario pun disiapkan guna menarik lebih banyak wisman.

Festival Barongsai Kepri memang baru seumur jagung. Perhelatan 2018 ini menjadi kali kedua event digelar. Namun, skenario besar digulirkan. Status dari domestik, akan diubah menjadi internasional pada tahun depan.

Kepala Seksi Atraksi Promosi dan Kerjasama Pariwisata Disparbud Tanjung Balai Karimun Benny Yudistira mengatakan, Festival Barongsai layak menjadi event internasional.

“Festival kali ini masih domestik. Kalaupun ada tim mancanegara, ini untuk daya tarik. Kami juga harus mengukur potensi dari eventnya. Festival Barongsai sudah siap go internasinal tahun depan. Sebab, kami harus mengoptimalkan kunjungan wisman,” terang Benny, Jumat (16/3).

Benny menambahkan, Festival Barongsai 2018 jadi testimoni penyelenggaraan untuk event tahun depan.

“Secara teknis penyelenggaraan, Festival Barongsai 2018 sudah mengarah ke event internasional. Jadi tahun lalu itu pondasinya, lalu saat ini kerangka festival internasional. Kami kejar semuanya dari sekarang,” lanjutnya.

Festival Barongsari 2018 diikuti 4 tim asing. Malaysia mengirimkan 3 tim lalu, Singapura memiliki 1 tim. Dengan komposisi tim tersebut, Festival Barongsai diperkirakan mendapatkan sedikitnya 40 wisman. Jumlah ini akan bertambah karena wisatawan kedua negara menyukai event budaya di Kepri.

Benny menjelaskan, posisi Kepri yang berada di cross border sangat memungkinkan untuk mendatangan banyak wisatawan.

“Posisi Kepri ini cross border, makanya event yang digelar harus internasional. Malaysia dan Singapura ini sangat dekat dengan Kepri. Suasana di sini memang pantai, tapi mereka bisa merasakan sisi lainnya. Wisatawan bisa merasakan human interest. Lebih ke sisi sosial dan kedekatan budaya melayu,” jelasnya.

Untuk Festival Barongsai 2018, akomodasi tim peserta ditanggung penyelenggara. Festival ini ‘hanya’ memberikan total hadiah Rp22 Juta. Rinciannya, tim juara mendapat hadiah uang tunai Rp10 Juta. Posisi runner up Rp6 Juta, urutan 3 mendapat Rp4 Juta, lalu status harapan Rp2 Juta. Dengan komposisi seperti ini, Festival Barongsai 2018 memasang target 1.000 wisman

Sedangkan untuk tahun 2019 dengan kemasan internasional, beberapa skenario disiapkan. Untuk menarik minat, jumlah hadiah pun akan dibesarkan. Penambahan jumlah hadiah signifikan ini akan memiliki konsekuensi teknis. Akomodasi tim peserta ditanggung sendiri. Dengan konsep ini harapannya bisa memberdayakan perekonomian masyarakat.

“Materi festival akan diperkuat lagi. Promosi di beberapa negara nantinya dilakukan lebih awal. Nilai hadiah akan diperbesar dan jurinya netral. Tapi penginapan, makan, dan minum itu ditanggung sendiri. Ini event minat khusus. Hadiah besar akan mendorong banyak tim luar datang ke sini,” ujar Benny lagi.

Skenario lainnya adalah memberikan konsep city tour. Sebab, Karimun punya banyak destinasi mulai nature, buatan, hingga spot belanja. Selain itu, Karimun juga menawarkan Wisata Religi dan kuliner. Sehari sebelum event digelar, seluruh peserta diajak welcome party. Tujuannya memberi kesan ramah sekaligus mengenalkan budaya Karimun dan Kepri.

Skenario ini diharapkan akan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Sepanjang Januari 2018, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri mencapai 156.986 orang.

Dari jumlah itu, 42,38% merupakan wisatawan Singapura. Setelah Singapura, berikutnya Tiongkok, Malaysia, Korea Selatan, hingga India.

Sedangkan 2017, jumlah wisman Kepri tumbuh 3,61%. Masuk dari udara dan laut, total ada 1,564 Juta wisman. Wisatawan Singapura (884.964 orang) paling dominan, lalu disusul Malaysia (190.607 orang).

Keseriusan Kepri untuk menjaring lebih banyak wisatawan mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata.

“Dukungan pasti akan diberikan Kementerian Pariwisata. Kepri ini sangat potensial. Setelah event ini selesai nanti kita lihat evaluasinya. Dengan menggelar Festival Barongsai di malam hari, wisatawan itu sebenarnya diuntungan waktu. Sebab, siang harinya mereka bisa berkunjung ke berbagai destinasi di sini,” ungkap Ketua Pelaksana Calender of Events 2018 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menegaskan, konsep Festival Barongsai internasional tahun depan harus dipertajam lagi.

“Aksesibilitas ke Karimun mudah dan amenitasnya pun sangat bagus. Mereka harus memiliki keinginan seperti itu. Sekarang yang terpenting kemasan eventnya dipertajam lagi agar semakin menarik. Mereka sebenarnya punya banyak keuntungan karena dekat dengan Singapura dan Malaysia,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here