MAGELANG – Siapa yang bisa menampik kerennya Candi Borobudur. Destinasi super prioritas ini memang world class. Media terkemuka di dunia, National Geographic saja sampai ikutan

menobatkan Borobudur di top 3 Iconic Adventure dunia. Bagi yang
penasaran, buruan deh ke Borobudur. Dijamin Anda bakal puas.

Kalau tak percaya, tengok saja aktivitas famtrip Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) Timor Leste di Borobudur. Semuanya kompak terpana. Semuanya kompak dibuat
takjub. Tak ada satupun rombongan yang terlihat boring saat berada di
area candi Budha terbesar di dunia itu.

“Luar biasa. Saya tidak menyangka jika Borobudur bisa semegah ini. Ini benar-benar keren,” kata Angelo Viegas dari Travel Lagrima, salah satu peserta famtrip dengan wajah takjub.
Seluruh peserta famtrip yang dikoordinir Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu terlihat begitu antusias. Semua begitu serius menyimak desain dan detil candi Budha terbesar di dunia yang rumit. Apalagi, ditambah dengan relief yang
kaya cerita dan filosofi.

Yup, kemegahan Candi Borobudur memang kuar biasa. Bahkan boleh dibilang tak kalah dengan popularitas Machu Picchu di Peru dan Petra di Jordania. Candi ini memiliki 2.672 ukiran relief dan 600 patung dan stupa Buddha yang begitu mempesona. Ini menjadi salah satu keajaiban karya manusia yang tak bisa ditemui dibelahan dunia manapun.

“Ini momen luar biasa. Mengunjungi salah satu candi terbesar di dunia. Selama ini saya telah banyak mendengar serta membaca tentang kemegahan Candi Borobudur. Ternyata memang luar biasa,” lanjutnya.
Kekagumannya memang bukan tanpa alasan. Candi Borobudur merupakan salah satu UNESCO Heritage Site. Hal ini menjadikannya sebagai destinasi yang tidak biasa. Candi Budha terbesar di Dunia terlihat begitu anggun dan megah laksana bunga teratai. Tokoh-tokoh dunia pun sudah banyak yang datang
ke sana.

Seperti Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama. Begitu juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg,
aktor Richard Gere, pesepak bola David Beckham, hingga Charlie Chaplin. Mereka semua pernah menapakkan kaki di sana.

“Sengaja kita ajak mereka ke sana untuk merasakan atmosfir magis dari candi Budha terbesar di dunia tersebut. Setelah meraka melihat dan merasakan langsung, mereka pasti akan langsung punya gambaran bagai mana memasarkan paket wisata ke Borobudur,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani.

Selain mengunjungi Borobudur, para peserta ini pun diajak menyusuri keindahaan desa wisata Candirejo. Sebuah desa wisata unggulan yang berdekatan dengan Borobudur. Mereka pun diajak merasakan langsung kehangatan khas pedesaan yang begitu kental di desa ini.

Atraksinya banyak. Dari mulai melihat-lihat karya-karya lokal, main gamelan hingga melihat langsung kehidupan masyarakat lokal. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, ini merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan jika mengunjungi Borobudur.

“Desa Candirejo sudah sangat terkelola dengan baik. Desa ini menjadi penyangga yang sangat baik bagi pariwisat Borobudur. Amenitasnya lengkap dengan homestay yang cukup baik dikelola warga. Atraksinya banyak dan masih sangat asri. Ini yang dicari-cari wisatawan,” kata Rizki.

Respon Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sangat positif. Dirinya yakin para TA/TO ini akan langsung menyusun paket yang keren untuk merayu para client mereka di Timor Leste. Apalagi jarak yang tidak terlalu jauh membuat mereka akan sangat senang berpetualang di Borobudur.

“Famtrip bagi TA/TO seperti ni sangat efektif. Karena merekalah yang langsung menjual paket wisata bagi wisatawan di Timor Leste. Nama Borobudur yang telah mendunia tentunya menjadi nilai plus yang dapat dijadikan branding bagi paket yang mereka jual. Saya yakin akan terjadi peningkatan yang cukup signifikan nantinya,” ucap Menpar Arief.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here