BANJARMASIN – Jika anda berkunjung ke Festival Pasar Terapung 2019, berarti anda sangat beruntung. Karena festival yamg digelar di Banjarmasin ini memberikan banyak sensasi. Belum lagi deretan destinasi serta kuliner khas Banjarmasin yang siap menyapa wisatawan. Salah satunya Rumah Makan Lontong Orari. Terletak di jalan Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah, rumah makan ini menjadi buruan banyak wisatawan.

“Rumah makan ini sangat melegenda. Usianya sudah 35 tahun. Asiknya kuliner ini bisa dinikmati untuk sarapan, makan siang maupun makan malam,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Dahnial Kifli,” Sabtu (24/8).

Sesuai namanya, rumah makan ini menawarkan lontong sayur yang lezat. Begitu dipesan, seporsi lontong hangat segera tersaji di atas meja, diracik bersama sayur nangka yang sedikit pedas. Salah satu pilihan lauk paling khas adalah ikan haruan atau gabus asap karena kota ini memang piawai mengasap ikan haruan.

Lontongnya pun dimasak dari beras ladang yang pera. Disajikan bersama sayur nangka berkuah santan kental, sedikit pedas, dan manis. Taburan bawang goreng yang segera larut dalam santan menambah gurihnya sajian itu. Ikan haruan yang dimasak habang (masak merah dengan sejumlah bumbu, di antaranya cabai kering, gula, garam, bawang merah, bawang putih) bertekstur lembut dengan bau khas ikan asap.

“Lontongnya yang padat dan kental. Lontongnya memang berbeda dari kebanyakan lontong yang umum ditemukan di luar Banjarmasin. Jika biasanya lontong dimasak dengan bungkusan daun pisang memanjang, lontong banjar dimasak dalam bungkusan daun yang berbentuk segitiga. Setelan suapan pertama, rasakan aroma harum kayu manis dan pedasnya serai berbalur kemiri. Nikmat,” ujarnya.

Nama uniknya pun didapat bukan sembarangan. Ada cerita dibalik pemakaian nama ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia). Didirikan oleh Hajah Rusminah, dahulu lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya para aktivis radio amatir yang tergabung dalam ORARI.

Sampai saat ini rumah makan ini sudah dikelola oleh generasi ketiga dari Hajah Rusminah. Dikarenakan Hajah Rusminah saat ini sudah berumur 75 tahun, sejak 20 tahun yang lalu ibu Hajah Rusminah sudah tidak aktif lagi. Dirinya hanya berperan sebagai kontrol rasa. Sedangkan untuk masak semua dipercayakan oleh 4 koki.

“Menu favorit disini adalah Lontong Sayur dengan ikan haruan dan telor. Menu ini banyak dicari orang, lontong sayur tanpa ikan haruan maka terasa hambar dan kurang nikmat. Kalau gak percaya silahkan datang dan buktikan sendiri,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sangat merekomendasikan wisatawan untuk datang ke Banjarmasin. Karena daerah ini memiliki beragam kuliner yang bisa menjadi rujukan untuk dinikmati.

“Saya saja ketagihan wisata kuliner di sana. Rasanya yang khas menawarkan sensasi berbeda. Apalagi kalau berkunjung ke Pasar Terapung, wisatawan bisa sambil sarapan langsung di atas perahu pedagang atau jukung. Sensinya bakal sangat berbeda. Yuk segera agendakan berlibur ke Banjarmasin,” ajak Menpar Arief Yahya.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here