INDONESIATRAVEL.NEWS– Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) akan bergulir lagi. Tahun ini, gelarannya bertajuk Aksi Seni Kecamatan Tejakula Buleleng Bali Dive Festival (ASET BBDF 2018). Event ini digelar selama empat hari, 28 November sampai 1 Desember 2018 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

ASET BBDF 2018 akan menampilkan banyak pertunjukan seni dan budaya. Di antaranya penampilan band, stand kuliner dan kerajinan UMKM, Tari Pendet massal, dan Parade Jukung.

Selain itu, ada juga kegiatan restocking ikan, pelepasliaran Tukik, penurunan struktur terumbu karang, lomba mancing, underwater explore, dive workshop, gemar makan ikan, atraksi pembuatan Garam, Yoga, ORHIBA, Bersih Pantai, Reef Check dan Monitoring.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mendukung pelaksanaan ASET BBDF 2018. Menurutnya, event ini merupakan langkah strategis mempromosikan Bali Utara yang memiliki potensi wisata bahari sangat besar.

“Event seperti ini terus dikembangkan baik dalam bentuk festival atau event sejenis. Sehingga menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Bali Utara,” ujar Menpar Arief Yahya, Selasa (27/11).

Lebih jauh Arief mengungkapkan, wisata bahari sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki Buleleng. Dirinya meyakini event yang akan digelar secara tahunan ini bakal membantu pencapaian target devisa Rp 4 miliar dari wisata bahari pada 2019.

“Kekayaan bawah laut di Buleleng ditambah aktivitas lumba-lumba yang bisa disaksikan di pagi hari ini, saya yakini menarik bagi wisatawan. Apalagi ada wisata kuliner juga sepanjang tepi pantai,” kata Menpar Arief Yahya.

Festival wisata bahari ini mengangkat tema “Ulun Segara”. Makna falsafahnya cerita pencarian Tirta Amirta oleh Bima di Lautan. Nantinya disimboliskan dengan penurunan struktur patung Bima di laut Bondalem. Selanjutnya tirta akan dipercikan ke Penari Pendet yang merupakan wujud air penghidupan dan memberikan integritas kehidupan yang harmoni dari manusia-alam-Tuhan.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, kegiatan ini juga untuk menciptakan ekosistem terumbu baru bagi karang dan ikan. Sekaligus sebagai tambahan atraksi wisata bawah air untuk menyelam di Taman Bawah Laut Bondalem.

“Dengan Underwater City Bondalem akan lebih mengundang wisatawan untuk datang menikmati suasana bawah laut Desa Bondalem. Juga meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut Buleleng khususnya di kawasan Pantai Bondalem,” ujar Nyoman.

Nyoman mengungkapkan, tujuan lain ASET BBDF 2018 meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Buleleng bagian Timur. Sasarannya, meningkatkan lama tinggal (length of stayed) wisatawan dan total pengeluarannya (Total Expenditure) selama berada di Kabupaten Buleleng.

“Dengan begitu, otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak saja pada lokasi desa-desa yang termasuk Kawasan Bondalem, tetapi secara umum adalah masyarakat luas di Kabupaten Buleleng,” tutur Nyoman.

Bondalem sebagai salah satu wilayah di Buleleng menjadi daerah penting dengan taman laut. Bondalem kini memiliki sebuah Kawasan Kota di bawah laut, yang diberi nama Underwater City Bondalem. Kota ini diresmikan bertepatan dengan Hari Bumi melalui ajang penyelaman bertajuk Bondalem Coral Day.

“Memelihara, melestarikan dan merayakan adalah esensi dari ASET BBDF. Yang akan dimaknai dengan berbagai kreativitas seni dan budaya tradisional, kontemporer serta perpaduan keduanya,” pungkas Nyoman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here