Toba Samosir – Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) bersama masyarakat menyelenggarakan Pesta Adat Penghormatan Napuran Tiar, Rabu (9/10). Acara ini dilangsungkan di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata. Sekitar 500 orang masyarakat yang tinggal di sekitar Lahan Zona Otorita Danau Toba. Hadir juga tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Pesta Adat Penghormatan Napuran Tiar merupakan hasil rumusan bersama para tokoh masyarakat. Acara ini juga bentuk kepedulian BOPDT untuk menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal.

“Selain bertujuan melestarikan budaya dan kearifan lokal, acara ini merupakan bukti komitmen BOPDT ke depan dalam membangun perekonomian di desa yang berada di sekitar kawasan yang akan dikembangkan pemerintah,” ujar Arie Prasetyo, Direktur Utama BOPDT.

Seluruh peserta yang hadir dalam acara adat ini mengunakan busana tradisional dengan sentuhan tenun ulos.

Acara dimulai dengan prosesi ibadah yang dipimpin pendeta REM. Sitorus dari gereja HKBP Resort Ajibata yang ditutup dengan doa bersama.

“Inti dari doa bersama ini adalah untuk mendoakan agar dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Danau Toba khususnya di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir senantiasa diberkati oleh Yang Maha Kuasa,” terang Arie.

Di dalam acara tersebut, BOPDT juga memberikan seekor kerbau kepada masyarakat dalam bentuk jambar. Ada juga penyerahan ikan mas oleh masyarakat ke BOPDT. Hal ini menjadi simbol restu bahwa BOPDT diterima secara adat untuk melakukan pembangunan di Kecamatan Ajibata.

Anak-anak, amang, inang, tulang serta ompung sangat mengapresiasi pesta adat ini dengan positif. Acara berlangsung meriah dan dihiasi ritual gondang batak dan manortor batak bersama. Selain itu ada juga pemberian tenun Ulos dari masyarakat kepada BOPDT.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasinya untuk kebersamaan ini. Apalagi BOPDT ikut melestarikan budaya setempat.

“Budaya itu semakin dilestarikan akan semakin menyejahterakan. Akan memberikan dampak ekonomi yang tinggi. Dan masyarakat bisa langsung merasakan impact dari budaya yang dilestarikan,” tuturnya.

Selain itu, Pesta Adat Penghormatan Napuran Tiar juga bisa dikembangkan menjadi salah satu atraksi dari masyarakat untuk menyambut wisatawan.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here