JAKARTA – Ada hal menarik dari program famtrip Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) Timor Leste di Jogja dan Bali, 6-10 Oktober 2019. Saat mengunjungi Jogja, semua sepakat untuk berburu bakpia khas Jogja. Bahkan tak sedikit dari mereka yang memborong bakpia untuk dibawa pulang.

Yup, kuliner yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Bakpia adalah kuliner yang menjadi oleh-oleh wajib jika berkunjung ke Jogja. Bakpia sebetulnya adalah kue yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula, dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung kemudian dipanggang. Tapi kini telah banyak di olah dengan beragam isian lain yang tidak kalah lezatnya.

“Bakpia telah menjadi ikon kuliner yang tak boleh dilewatkan wisatawan. Sepertinya tidak lengkap jika mengunjungi Jogja tanpa membeli bakpia untuk dibawa pulang. Makanya wajar jika para peserta famtrip yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini begitu bersemangat ketika diajak berburu bakpia,” kata Kadispar Di Yogyakarta Singgih Raharjo, Rabu (8/10).

Bakpia sendiri sangat mudah ditemukan di seantero kota gudeg Jogja. Puluhan bahkan ratusan penjual oleh-oleh di Jogja pasti juga menjual bakpia. Seperti halnya di Kampung Pathuk yang merupakan salah satu sentra Bapia tertua di Jogja. Bermacam merek bakpia legendaris berasal dari kampung ini. Ada Bakpia Pathok 25, Bakpia Patuk 75 serta yang lainnya.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani, salah satu tujuan famtrip ini adalah mengangkat berbagai kuliner lokal sebagai magnet bagi wisatawan.

“Jogja sebagai destinasi papan atas Indonesia menyimpan berbagai pesona yang luar biasa. Bahkan kudapan seperti bakpia saja namanya sudah melegenda di kalangan wisatawan. Makanya kita ajak para peserta ini berbelanja bakpia. Kita juga mengajak mereka berwisata kuliner lainnya sehingga program kali ini makin lengkap,” tutur Ricky.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, pihaknya memang berfikir keras untuk mengubah para wisatawan asal Timor Leste agar tidak selalu bertujuan ke Bali saja.

Kata Rizki, Jogja yang masuk sebagai destinasi super prioritas sangat memungkinkan menjadi tujuan wisatawan Timor Leste. Daerah ini pun di-branding dalam pemasaran pariwisata internasional oleh Kemenpar. Karena Jogja merupakan daerah memiliki potensi di bidang budaya, belanja, dan kuliner, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

”Semoga mereka dapat menceritakan pesona Jogja secara lengkap. Sehingga nantinya akan mendongkrak kunjungan wisman ke wilayah tersebut,” tandas Rizki..

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, Jogja memang menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Ia yakin, kegiatan semacam famtrip sangat mengena bagi promosi wisata di Tanah Air. Karena para TA/TO ini dapat menyaksikan dan mengalami langsung atraksi wisata yang disajikan.

“Dengan menyaksikan langsung tentunya mereka bisa mempresentasikan atau mempromosikan destinasi yang dikunjungi dengan lebih real,” kata pria yang dinobatkan jadi Menteri Pariwisata Terbaik ASEAN ini.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here