INDONESIATRAVEL.NEWS–Apresiasi yang didapat dari Rakornas Pariwisata I/2018 di Bali, membuat GenPI Jawa Tengah kian semangat. Pasar Karetan pun digenjot. Buktinya, Minggu (25/3), pasar yang berada di Radja Pendapa, Dusun Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal, kembali dipenuhi pengunjung.

Kali ini, tema yang diusung adalah Wedangan di Pasar Karetan. Tema yang dipilih tidak terlepas dari hadirnya sponsor, NutriSari W’dank. Brand ini juga sudah menjalin kerjasama dengan Pasar Pancing, Lombok.

“NutriSari W’dank mensupport kompetisi foto di Pasar Karetan. Secara prinsip, mereka senang karena kondisi pasar yang ramai. Ini juga untuk rintisan potensi kerjasama yang lebih serius. Sejauh ini respons mereka positif. Kita akan usahakan ada kerjasama lebih lanjut,” ungkap Ketua GenPI Jawa Tengah Shafigh Pahlevi Lontoh, Minggu (25/3).

Shafigh menambahkan, semua item permintaan sponsor telah dipenuhi. Terutama, menyangkut konsep booth dan brandingnya.

“Booth memang sesuai dengan permintaan NutriSari W’dank. Mereka meminta dengan konsep kayu-kayu dan sudah diberikan. Sangat instagramable. Kami juga menampaikan product knowledge kepada pengunjung. Kami sampaikan kalau NutriSari ini co-branding dengan Kemenpar. Mereka puas. Makanya peluang untuk melanjutkan kerjasama sangat positif,” lanjut Shafigh lagi.

Sedangkan Koordinator Pasar Karetan, Mei Kristanti, mengaku bangga bisa menjalin kerjasama dengan NutriSari untuk. “Ini menjadi terobosan baru bagi destinasi digital yang dibangun GenPI. Pasar Karetan kini dilirik industri untuk ikut co-branding,” katanya.

Bukan tanpa alasan NutriSari W’dank melirik Pasar Karetan. Pasar ini adalah pilot project Destinasi Digital ala GenPI. Pasarnya selalu seru. Karena selalu menghadirkan spot-spot yang instagramable.

Selain itu, Pasar digital yang digelar setiap hari Minggu itupun selalu dibanjiri pengunjung. Minggu kemarin, tercatat 4.000 orang memadati pasar tersebut.

“Sebagai pilot project, Pasar Karetan memang harus selalu tampil prima. Konsep matang dan baru harus selalu suguhkan setiap minggu,” ujar Mei.

Minggu, Pasar Karetan kedatangan tamu. Yaitu mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Semarang (USM). Para mahasiswa ini praktik membuat liputan tentang Pasar Karetan.

Tidak hanya mahasiswa. Beberapa dosen USM juga ikut mendampingi. Suasana seru pun terjadi. Dosen-dosen gaul USM ditodong untuk menyanyi. Lagu “Sayang” milik Via Vallen akhirnya dikumandangkan. Lagu ini sukses membuat sebagian besar pengunjung berjoget.

Selain menjadi ajang promosi produk W”dank, pengunjung juga tetap dapat menikmati suasana alam. Menemukan nuansa pedesaan di tengah hutan karet. Tapi, tentunya ditata sedemikian rupa. Lengkap dengan pasar tradisional.

Penunjung bisa melihat sawah, kolam ikan, kandang bebek dan kandang sapi. Di titik-titik tertentu terdapat penjual kuliner tradisional khas seperti pepes wader, bandeng bakar, pecel sayur, gubuk kopi, cafe telo, degan, aneka dawet, wedang rempah, lumpia, bakso bathok mlumah, nasi jagung, dan soto pandanaran.

Menjadi industri pertama yang membranding destinasi digital, NutriSari diharapkan menjadi trigger bagi sponsor lainnya. Konsep kerjasamanya dibuat sederhana sehingga saling menguntungkan.

“Dari awal kami optimis industri akan masuk menjadi sponsor. Karena destinasi digital ini memberikan dua keuntungan, yaitu offline dan online. Offline-nya ya pasar yang digelar tiap minggu. Online-nya, anak-anak GenPI sangat gencar dalam bermedia sosial,” ungkap Mei.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi, Don Kardono, ikut mengapresiasi perkembangan Pasar Karetan. Menurutnya, prospek cerah Pasar Karetan menjadi stimulus baru destinasi digital.

“Pasar Karetan ini tumbuh seperti harapan. Seperti halnya Pasar Pancingan. Dua Pasar ini bisa dijadikan rujukan konsep bagi yang lain. Mereka terus menguatkan konsep industrinya. Saya optimis pasar lain pun akan menyusul dilirik pihak industri,” kata Don Kardono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, terobosan yang Pasar Karetan dan Pancingan sangat menginspirasi. Hadirnya industri menandakan konsep destinasi digital ini mempunyai prospek luar biasa ke depannya.

“Selalu ingat 2C, sebagai komunitas harus memiliki Creative Values dan Commercial Values. Belajar berkolaborasi, belajar services, belajar berbisnis melalui Digital Destination. Saya yakin makin banyak industri yang akan melirik destinasi digital ini,” terang Mantan Dirut PT Telkom tersebut. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here