INDONESIATRAVEL.NEWS, JAKARTA – Konsep digital tidak hanya dibuat PT Angkasa Pura (AP) II di bandara. Akses menuju bandara pun ikut dikembangkan. PT AP II merilis bus bandara dengan konsep digital. Tujuannya, membuat jadwal keberangkatan bus makin akurat.

Bus digital diterapkan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Layanan tersebut bisa dinikmati semua rute Jabodetabek. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, dengan bus ini akurasi keberangkatan menuju kawasan Jabodetabek lebih baik.

“Mobilitas wisatawan menggunakan bus sekarang lebih mudah. Mereka punya informasi akurat terkait waktu keberangkatan bus menuju Jabodetabek. Sekarang segala sesuatunya menjadi lebih pasti. Semoga fasilitas ini bisa dioptimalkan wisatawan,” ungkap Awaluddin, kemarin.

Program digitalisasi layanan bus ini didukung oleh 7 operator. Mereka adalah Damri, PPD, Big Bird, Primajasa, AGRA Mas, Sinar Jaya, dan Hiba Utama.

Awaluddin menambahkan, program digitalisasi bus ini akan diintegrasikan ke mobile application platform, Indonesia Airports App.

“Program digitalisasi layanan bus ini akan terus dikembangkan. Nantinya akan dibuat lebih mudah lagi melalui mobile application platform. Sistemnya sedang disiapkan. Jadi para wisatawan sejak awal udah mendapatkan informasi jam keberangkatan secara akurat,” lanjut Awaluddin.

Memudahkan mobilitas, wisatawan bisa memilih tiket melalui vending machine. Wisatawan juga bisa membayar tiket bus menurut konter operator. Berikutnya, naik bus melalui autogate. Memberikan informasi akurat, AP II juga telah memasang Passenger Information Display System (PIDS). PIDS mencantumkan informasi keberangkatan bus menurut rutenya.

“Semua dibuat mudah. Nantinya konsep ini akan diterapkan secara menyeluruh di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini layanan baru ada di shelter bus Terminal 2. Berikutnya, akan disediakan di Terminal 1 dan Terminal 3,” ujarnya lagi.

Digitalisasi moda transportasi bus akan menjadi bank data yang akurat. Sebab, AP II bisa mengetahui besarnya kebutuhan demand di Bandara Soekarno-Hatta. Pergerakan wisatawan menurut rute terbanyak juga akan terdeteksi.

“Digitalisasi akan memberikan data akurat terkait tingkat demand. Operator juga makin efisien. Yang jelas, program transformasi digital ini akan terus berlanjut,” katanya.

Transformasi besar digulirkan AP II. Transformasi digital akan mendorong Transformasi Infrastruktur dan Sistem Operasi. Hal ini sejalan dengan tema tahun ini, yaitu Go Global. Target marketnya jelas ada di segmentasi milenial.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, konsep digitalisasi bus bandara akan menaikan value Soekarno-Hatta.

“Aksesibilitas Bandara Soekarno-Hatta sekarang menjadi lebih baik. Layanan digitalisasi ini tentu sangat membantu. Sebab, bus ini moda transportasi yang penting. Memang sebelumnya agak terkendala jadwal kedatangan dan keberangkatannya yang kurang akurat. Namun, kini semuanya sudah akurat. Value dari Bandara Soekarno-Hatta akan naik dan market milenial akan dikunci,” ungkap Rizki.

AP II sebelumnya sudah mengembangkan sistem sistematis. Teknologi canggih diterapkan dalam self check-in, self bagage drop, hingga automated gate. Mendukung aktivitas digital millennials, beragam fasilitas diberikan. Ada travel apps, shop apps, dan fasilitas charging. Mengoptimalkan aktivitas millennials, Wi-Fi dan instagramable spot pun diberikan.

“Sistem transportasi di Bandara Soekarno-Hatta kini semakin bagus. Penataan konsep bus seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh wistaawan. Kami yakin, akan ada banyak terobosan positif yang diberikan oleh AP II melalui program Millennials Travel Experience,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here