INDONESIATRAVEL.NEWS– Aksi sosial turut mewarnai Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group. Salah satunya dengan memberikan santunan kepada korban bencana gempa Lombok. Santunan diberikan di Desa Guntur Macan, Lombok Barat, Senin (8/10). Desa ini terdampak gempa terparah, Juli-Agustus.

Rombongan yang datang ke Desa Guntur Macan terdiri dari Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, juga Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Ikut mendampingi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Luhut mengatakan, Lombok tidak akan ditinggalkan meski pemerintah juga fokus menangani gempa di Palu-Donggala-Sigi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan rencananya akan berkunjung lagi ke NTB. Dan, pemerintah tetap berkomitmen untuk mengembalikan kehidupan stabil di NTB.

“Kami ada di sini, artinya Lombok tidak dilupakan. Presiden juga akan berkunjung ke sini setelah dari Bali. Pemerintah sudah membangun 23.000 rumah. Soal bantuan yang belum turun, itu hanya masalah administrasi saja. Jadi, tidak betul kalau kami melupakan Lombok,” ungkap Luhut, Senin (8/10).

Luhut menambakan, kedatangannya bersama rombongan IMF-WBG menjadi bentuk kepedulian akan bencara di Lombok. Kasus bencana di Lombok dan Palu pun memunculkan wacana baru. Ada potensi penanganan bencana akan mendapatkan suntikan dana dari pihak lain. Sebab, butuh dana besar untuk penanganan bencana. Indonesia membutuhkan dana Rp22 Triliun untuk penanganan bencana setahun.

“Kedatangan rombongan ini bentuk solidaritas. Kemarin rombongan juga ke Palu. Dua kasus ini justru memunculkan topik. Bagaimana, pendanaan penanganan bencana bukan dari negara terdampak. Ini bisa melalui asuransi. Formatnya sedang disusun. Kalau bisa diasuransikan, maka penanggunangannya bisa bersama-sama,” lanjut Luhut lagi.

Terkait dengan pencairan dana bantuan bencana, pemerintah melakukannya bertahap. Rinciannya, dana Rp50 juta diberikan kepada warga yang rumahnya rusak berat.

Untuk tingkat kerusakan sedang, alokasi pencairannya donasinya hanya Rp25 juta. Bantuan Rp10 juta dicarkna bila tingkat kerusakan huniannya ringan. Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, cadangan anggaran pemerintah saat ini aman.

“Dana pemerintah aman. Tidak habis. Meski, saat ini muncul bencana Palu. Semua sudah ada alokasinya sesuai kebutuhan di Lombok dan Palu. Tidak perlu khawatir. Namun, pengunaannya yang harus hati-hati. Bantuan uang ini untuk pengadaan bahan bangunan. Jadi, bahan bangunannya harus ada dahulu. Jangan sampai uang bantuan ini tidak dipakai untuk membeli bahan bangunan,” jelasnya.

Apresiasi diberikan Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde. Menurutnya, penanganan bencana di Lombok dan Palu sudah sangat bagus. Pemerintah Indonesia melakukannya secara cepat dan tepat. IMF pun meyakini, Indonesia tidak perlu mengajukan pinjaman untuk penanganan gempa di dua lokasi ini.

“Kami kagum dengan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah Indonesia. Apakah Indonesia ini mau menrima pinjaman dari IMF? Jawabnya tidak. Sebab, perekonomian Indonesia ini sangat bagus. Ada di tangan yang tepat,” ujar Lagarde.

IMF-WB juga percaya dengan kemampuan pemerintah Indonesia. Buktinya, tuan rumah bagi pertemuan tahunan IMF-WB tidak dipindahkan ke negara lain.

“Kami tahu, Indonesia adalah yang terbaik. Kami tidak perlu memindahkan pertemuan ke tempat lain. Efeknya justru tidak bagus kalau sampai dipindah. Yang jelas, kami percaya dengan kemmapuan pemerintah Indonesia,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here