INDONESIATRAVEL.NEWS– Peningkatan jumlah penumpang terjadi pada bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I sepanjang 2018. Pertumbuhannya mencapai 7,6%. Peningkatan terbanyak terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pada 2018, AP I ini tercatat melayani pergerakan 96,5 Juta penumpang melalui 13 bandara. Jumlah tersebut naik 7,6% dari tahun 2017. Sebab, AP I hanya melayani 89,7 Juta penumpang selama tahun 2017. Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengungkapkan, pertumbuhan penumpang positif di 2018.

“Pertumbuhan penumpang di bandara yang dikelola oleh AP I positif sepanjang 2018. Hal ini tidak lepas dari upaya percepatan pembangunan dan pengembangan bandara yang terus dilakukan. Hasilnya memuaskan, apalagi diimbangi pergerakan tinggi penumpang,” ungkapnya, kemarin.

Pertumbuhan penumpang 7,6% ini menjadi angin segar bagi pariwisata. Industri pariwisata di berbagai daerah berdenyut kencang. Perekonomian menjanjikan seiring perputaran uang yang cepat. Ujungnya, kesejahteraan masyarakat terkatrol.

Sebagai destinasi utama, Bali mampu menarik 23,7 Juta wisatawan. Angka ini naik 12,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka riil pertumbuhannya sekitar 2,98 Juta penumpang. Pada 2017, Pulau Dewata menyumbangkan sekitar 20,72 orang. “Pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai masih yang terbesar. Bali tetap menjadi destinasi wisata favorit dunia,” kata Faik.

Untuk mendukung pergerakan wisatawan, AP I juga melakukan upgrade kapasitas Bandara Ngurah Rai. Kapasitas terminal penumpang ditingkatkan, apron diperluas, dan runway diperpanjang. Kapasitas bandara dinaikan signifikan 76% menjadi 37 Juta penumpang per tahun. Saat ini kapasitas bandara ini sebanyak 21 Juta penumpang per tahun.

“Kami terus melakukan optimalisasi kinerja. Pembangunan dan pengembangan bandara saat ini terus digulirkan. Kami ingin meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. AP I juga terus mengatasi permasalahan lack of capacity dan ini jadi prioritas di 2019,” tegas Faik lagi.

Kinerja positif AP I tidak lepas dari treatment pengembangan bandara yang dilakukannya. Bukti ini pun diberikan oleh Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Mengembangkan terminal barunya, Bandara Ahmad Yani membukukan pun pertumbuhan penumpang tertinggi di lingkungan AP I. Kenaikannya pada 2018 pun signifikan 16,4%.

Sepanjang 2018, Bandara Ahmad Yani melayani pergerakan 5,12 Juta penumpang. Angka tersebut naik 700 Ribu dari 2017 yang mencatat adanya pergerakan 4,42 Juta penumpang.

“Pertumbuhan penumpang di Bandara Ahmad Yani ini sangat menjanjikan. Angkanya tinggi. Hal ini tidak lepas dari pengoperasian terminal baru yang dilakukan lebih awal. Pergerakan ini diprediksi akan terus naik di 2019,” katanya.

Proyeksi tumbuhnya pergerakan penumpang di tahun 2019 ini tidak lepas dari pengoperasian beberapa bandara baru. Pada April 2019, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo akan beroperasi. Lalu, AP I juga mulai mengoperasikan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin secara full pada Oktober 2019. Kedua bandara ini memiliki kapasitas besar dan fasilitas modern.

“Kami optimistis, pertumbuhan penumpang akan terus berlanjut di 2019. Sebab, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo sebentar lagi dioperasikan. Selain itu, ada juga Bandara Syamsudin Noor. Kapasitas keduanya besar dan modern sehingga akan menaikan level of service. Selain itu, passanger experience juga akan tercipta,” tutur Faik lagi.

Membidik pertumbuhan besar di 2019, AP I juga menyiapkan aspek non teknis. Visinya Connecting the World Beyond Airports Operator with Indonesian Experience. Melalui Going Global and Network Minded, AP I juga terus mengekplorasi culture lokal. Konsep ini guna mempertahankan berbagai award yang diterima AP I untuk customer experience.

AP I sebelumnya menerima 5 award dari Airports Council International (ACI). ACI memberikan status terbaik Airport Service Quality (ASQ) Awards 2017 kepada 3 bandara di bawah AP I.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menerangkan, pertumbuhan positif penumpang AP I menjadi garansi terbaik bagi pariwisata Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan AP I untuk meningkatkan pelayanan. Memiliki pertumbuhan 7,6% di 2018 sangat bagus. Kami yakin, angka ini akan terus naik karena AP I ini memiliki tambahan beberapa tambahan bandara baru,” tutup Menpar.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here