INDONESIATRAVEL.NEWS–Target tinggi diberikan untuk pelaksanaan Halo Sultra 2018, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 100.000 wisatawan dibidik selama penyelenggaraan. Yaitu  23-27 April 2018. Lokasinya di Kawasan Tugu Religi Alun-Alun Kota Kendari. Sejumlah event menarik pun disiapkan. 

“Kami memiliki target kunjungan wisatawan sebanyak 100.000 orang. Kami yakin bisa memenuhinya karena banyak event menarik yang sudah disiapkan. Yang jelas Halo Sultra ini jangan sampai terlewatkan. Lokasinya nanti ada di Kota Kendari,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Syahruddin Nurdin. 

Tingginya target kunjungan wisatawan ini, berkaca pada suksesnya pelaksanaan tahun 2017 lalu. Saat itu, ribuan wisatawan selalu memadati kawasan Tugu Religi Sultra. Bahkan sejak pembukaan. 

Tahun lalu, wisatawan diajak menikmati parade budaya. Seperti Rambi Takawa, tarian dari Buton Selatan, hingga Tari Kreasi Baru Kangkeni Akono Adhati. 

Untuk tahun ini, menurut Syahruddin, ada tujuh kelompok besar event yang disiapkan ini. Dengan komposisi tersebut, diyakini bisa mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak lagi. 

“Kami akan kemas Halo Sultra lebih menarik dan meriah. Kepercayaan ini akan kami jawab. Sudah ada tujuh kelompok event yang akan ditampilkan. Kami yakin dengan komposisi seperti ini akan menarik jumlah wisatawan lebih banyak lagi,” lanjutnya. 

Beberapa kelompok event yang disiapkan diantarana Sultra Tenun Karnaval, Gelar Seni Budaya, juga Festival Kuliner. Ada juga Pemilihan Putra Putri Pariwisata, Pameran Pembangunan, Forum Bisnis, hingga Lomba Fotografi Internasional. Terkait Lomba Fotografi Internasional, saat ini sedikitnya ada 12 negara yang memastikan keikutsertaannya. 

“Minat Lomba Fotografi Internasional tahun ini sangat besar. Konsepnya juga kami bikin berbeda. Dengan waktu yang masih ada, kami berharap jumlah pesertanya akan terus bertambah,” katanya 

Syahruddin pun menambahkan, Gelar Seni Budaya juga akan digelar sepanjang malam. Komposisinya akan berbeda setiap malam. Para pengisi Gelar Seni Budaya ini berasal dari seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka akan menunjukan potensi dan kekuatan pariwisata daerahnya masing-masing. 

“Jadi nantinya setelah opening ceremony, akan dilanjutkan dengan beragam pameran pembangunan. Untuk malam seni dan budaya nantinya ada artis ibu kota yang akan memberikan penampilan terbaiknya. Artis-artis ini memang khusus menghibur para wisatawan yang ada di sini,” tuturnya. 

Memberikan totalitas penyajian event, kolaborasi dengan instansi terkait sudah dilakukan. Tujuannya untuk menata kembali areal yang diprioritaskan sebagai lokasi Pameran Pembangunan. Syahruddin menjelaskan, koordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan lokasi event sudah dilakukan. “Kami harus memastikan semuanya rapi. Tujuannya agar memberikan kenyamanan bagi para wisatawan,” jelasnya. 

Halo Sultra 2018 membidik pasar wisatawan mancanegara. Branding besar pun dilakukan di ASEAN. Beberapa negara Asia juga masuk bidikan utama seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, juga India. 

Penanggung Jawab Calendar of Event (CoE) 2018 Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yakin Halo Sultra 2018 akan berjalan sukses.

“Dengan potensi yang dimilikinya, Target besar jumlah wisatawan memang layak diberikan kepada Halo Sultra. Secara konsep, mereka akan tampil lebih segar. Sekarang yang terpenting segera atur jadwal untuk bersama-sama menikmati event-event yang disajikan,” kata Esthy Reko Astuti. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengungkapkan, target besar wisatawan dan menarinya event yang disiapkan harus diikuti dengan branding. 

Promosi ini juga harus mengoptimalkan peran media sosial. Sebab, mayoritas wisatawan juga aktif di media sosial. “Jangan lupakan media sosial karena paling efektif. Kalo aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di Kendari sudah bagus,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here