UNGARAN – Viral! Kopi Janji Jiwa Ungaran di Radja Pendapa Gallery Leyangan tiba-tiba menjadi destinasi wisata baru di Semarang. Pengunjungnya bukan hanya millennials asal Kab Semarang saja, dari dari USA – Ungaran Semarang Ambarawa-Salatiga.

Mereka bukan sekedar minum kopi kekinian dengan brand Janji Jiwa saja. Tetapi juga sibuk foto-foto, bikin konten di media sosial dan merasakan ambience klasik di tengah modern. Berada di suasana heritage architecture berpadu dengan simple minimalis.

Ada Gazebo, salah satu favourite yang acap jadi rebutan tempat duduk anak-anak muda di sudut kanan depan. Ada joglo, bangunan kayu dengan 4 soko guru (tiang utama), plus 9 tumpang sari ukiran kudus, dodo peksi penggantung lampu khas Jawa, dan genting yang penuh ornamen tradisional.

Ada Pendopo, tiang 16, yang berhias lampu-lampu menyorot reng, usuk, blandar, pengeret dan gebyok majapahitan yang kuno. Juga ada rumah adat Kudusan yang 3D, tiga dimensi ukir, depan belakang, bolak balik.

Empat bangunan Radja Pendapa Gallery yang sudah hampir 7 tahun berdiri itu, dulunya adalah display untuk jualan joglo pendopo dan wooden houses. Kini, menjadi kafe yang digandrungi millennials, karena unik dan semakin langka.

Outlet Janji Jiwa Ungaran nya sendiri dibuat modern, simple, minimalis. Sama dengan guidelines yang didesain oleh kopi waralaba yang lagi naik daun ini. “Kami padukan, modern minimalis dengan traditional klasik heritage yang kaya filosofi arsitektur,” ungkap Nora Aprilita, pemilik Janji Jiwa Ungaran itu.

Viral itu, kata Nora, karena beberapa netizen dan selebgram memposting suasana Kopi Janji Jiwa Ungaran melalui IG nya. Lalu jadi bahan perbincangan, karena menyebut tempat ini adalah Janji Jiwa yang paling unik di Jawa.

“Biasanya di Mall, Ruko, Bandara, Pusat Keramaian, atau sekedar counter kecil yang tidak perlu tempat duduk dan nongkrong. Di sini, pengunjung bisa nyantai, ngumpul, ngobrol, ngerumpi, dan ngopi berlama-lama,” sebutnya.

Wifi bebas yang berkecepatan tinggi, memang mendukung. Berada di ketinggian, melihat view Gunung Ungaran, sejuk dan hijau juga menambah nyaman di mata.

Landscape yang hijau, rumput gajah, gemericikan air kolam koi, menambah asri suasana. Best time, orang paling suka adalah saat sore, selepas jam 16.00 WIB, ketika matahari menyingkap awan hitam di langit, menjelang turun di balik Gunung Ungaran.

Efek langit dan warna senja nya bikin baper. Romantis sekali. Lalu lampu lampu taman yang seolah menyambut datangnya malam, menggantikan peran matahari yang sudah 12 jam menerangi belahan bumi yang kita pijak. Syahdu sekali.

Instagramable banget! Setiap week end, ada live accoustic, yang membawakan lagu-lagu anak anak muda. Juga melayani request buat mereka yang ingin mendendangkan sebuah syair dalam
lagu. Serasa panggung milik sendiri, yang lain ngontrak.

Buat yang mahir memetik dawai, juga ada kesempatan untuk bergitar di depan kafe. Sound system nya keren, dan suara yang pas pasan saja bisa terkatrol karena sound yang istimewa.

“Musik dan kopi itu temenan! Musik adalah bunganya kopi. Mendengarkan musik sambil menikmati kopi itu perfect banget, apalagi bisa ikut interaktif, menyanyi dan bergitar. Wow, berpotensi terkenal, karena menjadi konten Instastory dan Live Facebook dan Instagram,” papar Nora.

Banyak yang bertanya? Operasional
harian sampai jam berapa sih? Sebenarnya close order 21.45 WIB, ya bonus 15 menit, bisa 22.00 WIB. Pengunjung masih bisa nongkrong sampai 23.00 atau saat barista beres-beres. “Silakan nongkrong, ngobrol, ngopi hingga 23.00 WIB,” tuturnya.

Ada yang bertanya soal camilan juga! Karena lokasi Janji Jiwa Ungaran ini jauh dari mana-mana, maka ada Kedai Nona di Radja Pendapa Gallery yang siap
menservice. “Sambil menata personil dan menu, kami juga siapkan aneka camilan setiap weekend,” kata dia.

Minggu tanggal 26 Januari 2020 lalu, Janji Jiwa Ungaran Radja Pendapa Gallery menggelar Workshop Sejiwa dalam Gitar beesama Guitar Community Indonesia, Semarang (GCI). Gitaris top, berkumpul dan saling share, berbagi ilmu di forum itu.

Ada Puguh Kribo, beraliran eksperimental, yang memegang rekor MURI dengan 6 necks guitar nya. Ada Alit Sinyo, yang bermain jazz fussion, gitaris pengiring Mus Mujiono, yang asli Ambarawa. Juga ada Herry SP yang metal dan rock. Juga ada komunitas gitar klasik yang bermain accoustic nya luar biasa.

Saat ini, yang sedang on progress adalah Lomba Foto dan Lomba Vlog dengan tema Asyiknya Ngopi di Janji Jiwa Ungaran. “Silakan bikin konten, lalu diposting di IG, dengN caption yang menarik, foto dan video yang keren. Batas akhirnya sampai tanggal 6 Februari,” jelas Nora Aprilita.

Bagaimana dengan syarat ketemtuan? Silakan lihat di IG @KopiJanjiJiwa.Ungaran @KopiJanjiJiwa.UnrLeyangan atau di Fan Page FB @JanjiJiwaUngaran.

Lokasi Janji Jiwa Ungaran, sebenarnya agak terpencil. Tetapi aksesnya mudah, dari pintu tol Ungaran atau Alun Alun Bung Karno hanya 5 menit. “Menurut Google Maps, diperkirakan hanya 4-5 menit saja,” jelas Nora. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here