BANGKA SELATAN – Peran ganda dapat dijalankan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Selain menyediakan alat mesin pertanian yang bisa digunakan petani untuk mengolah lahan, UPJA juga bisa memanfaatkan saldo keuntungannya untuk membeli Gabah Kering Panen (GKP). Hal ini bukan hanya membantu petani, tetapi juga menghilangkan ketergantungan petani terhadap tengkulak.

Peran inilah yang dijalankan UPJA Marga Jaya di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. UPJA Marga Jaya membawahi 33 Poktan dengan areal seluas 2.000 Ha. UPJA ini sudah melayani proses pengolahan lahan dan pemanenan dengan penghasilan bersih bisa mencapai Rp. 125.000.000,00 per musim tanam.

Tidak hanya di Desa Rias, Toboali, pelayanan yang dilakukan UPJA Marga Jaya juga bisa dinikmati di desa lainnya hingga kecamatan tetangga, yaitu Kecamatan Pulau Besar.

Secara umum, UPJA Marga Jaya menyewakan alat pra panen dan pasca panen. UPJA ini juga melakukan aktivitas perbengkelan, membetulkan dan memelihara alsintan, hingga membeli GKP di tingkat petani.

Ketua UPJA Marga Jaya, Rojim mengatakan langkah UPJA membeli GKP petani memiliki banyak manfaat buat petani.

“Biasanya hasil GKP petani dijual kepada tengkulak atau masyarakat yang punya usaha penggilingan sendiri. Tapi sekarang, petani bisa menjual GKP kepada UPJA. Dampaknya sangat positif, karena harga disesuaikan dengan pasaran, jadi sama sama mendapat keuntungan.” katanya

Selain harga, petani juga terbantu dengan kehadiran UPJA Marga Jaya lantaran banyak dari mereka belum membayar penyewaan alsintan saat pengolahan lahan. Pembayaran bisa dilakukan saat jual GKP.

“UPJA yang berkembang melalui penerapan modernisasi pertanian, akan menumbuhkan minat petani-petani di sekitar untuk memulai kembali bekerja di sawah. Bahkan bisa menambah jumlah petani-petani milenial di sekitar lingkungan dengan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka,” ujar Rojim.

Untuk membantu aktivitas pertanian, UPJA Marga Jaya dilengkapi dengan Traktor Roda Empat 3 unit, Traktor Roda Dua 36 unit, Vertical Driyer 1 unit, Power Threser 8 unit, Pompa Air 10 unit, Rice Transplanter 12 unit, Combine 8 unit (1 unit combine harvester besar yang dibeli dari hasil/keuntungan UPJA) dan beberapa alat yang dibantu Brigade Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan kabupaten Bangka Selatan.

Kegiatan pengelolaan alsintan di UPJA Marga Jaya antara lain jasa sewa traktor roda dua Rp1.000.000,-/ha, traktor roda empat Rp1.000.000,-/ha dan Combine harvester Rp1.600.000,-/ha

“Luas lahan yang diolah setiap tahun bertambah dengan adanya aktifitas UPJA, memberikan semangat lebih bagi petani-petani pemula yang selama ini lahannya belum diolah menjadi semangat untuk mengolah lahannya kembali,” tambah Rojim.

Sejak tahun 2014-2019 Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah menyalurkan alsintan pra panen sebanyak 447.047 unit yang terdiri dari traktor roda 2, traktor roda 4, cultivator, pompa air, rice transplanter dan hand sparyer.

“Bantuan tersebut disalurkan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA maupun Dinas dalam bentuk brigade di wilayah sentra produksi guna mencapai tujuan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (14/5).

Menurutnya, pemberdayaan alsintan melalui UPJA dapat meningkatkan kegiatan ekonomi petani. Pelayanan jasa alsintan dapat berupa jasa sewa alsintan, jasa olah tanah, jasa tanam, jasa panen dan jasa simpan pinjam.

“Selain memberikan pendapatan, Alsintan juga lebih terawat dan siapapun bisa menggunakannya. Penggunaan teknologi pada Alsintan diharapkan mampu meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang. Dengan teknologi, saya berharap tidak mendengar adanya penurunan produksi. Gunakanlah alat canggih yang ada supaya kita bisa mencapai swasembada pangan dan ekspor. Kita harus serius dalam mengurus pertanian ini,” tegasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan selain ke UPJA, petani juga bisa melakukan sewa pinjam Alsintan yang dikelola Brigadir Alsintan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di daerah masing-masing.

“Dengan menggunakan Alsintan, petani akan lebih hemat dan lebih cepat dalam proses menanam juga panen,” pungkasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here